X-ray Full Colour? Mars Bioimaging punya!

BUMOE 17 Jul 2018
X-ray Full Colour? Mars Bioimaging punya!
Memindai tangan lengkap dengan jam. foto : CERN

X-ray di bandara sudah biasa. Kalau Anda mencoba mengintip, hitam putih saja. Sulit melihat image benda yang dicurigai, membuthkan “mata” yang ahli dan teliti. Namun sebentar lagi, para penjahat mungkin tak bisa berjudi lagi.

Bila X-ray full colour buatan Mars Bioimaging bukan saja akan berguna bagi bandara, tapi juga akan sangat membantu dokter dalam analisa medis tubuh pasien. Terobosan baru ini menggunakan teknologi CERN – yang terkenal bisa mengungkap partikel hantu –, mampu menangkap gambar dalam tubuh manusia dengan sangat jelas, apalagi benda metal maupun narkotika yang biasanya diselundupkan via koper atau tas penumpang.

Kinerjanya, “spectral CT” menggunakan sensor yang dapat mengukur panjang gelombang tertentu sinar-X, saat mereka melewati berbagai bahan. Selanjutnya, sistem menjalankan data spektroskopi melalui algoritma, menghasilkan gambar berwarna 3D dalam detail yang tak terbayangkan sebelumnya.

X-ray 3D full colour tulang kaki. Sangat berguna untuk orthopedi. Dok : CERN

Dalam dunia medis, anda tidak hanya akan melihat gambar tulang, tapi juga urat, darah dan daging, jaringan bahkan lemak tubuh. Scanner MARS ini menggunakan chip Medipix, yang pertama kali dikembangkan untuk melacak partikel di Large Hadron Collider. Chip pada dasarnya berfungsi seperti kamera yang menangkap dan menghitung setiap partikel benda atau orang, untuk menghasilkan rendering 3D yang sangat akurat.

Menurut CERN, hanya dengan teknologi ini kita dapat “memindai gambar yang tidak dapat dipindai oleh alat pencitraan lain.” Pemindai telah digunakan untuk mempelajari kanker, penyakit pembuluh darah, dan kesehatan tulang dan sendi. “Ada kejutan awal ketika pencitraan spektral secara rutin digunakan di klinik, yang akan memungkinkan diagnosis yang lebih akurat,” kata Profesor Anthony Butler, pengembang teknologi ini.

Selain bisa memindai benda di terminal masuk atau ke luar bandara secara lebih akurat, alat ini juga sangat berguna bagi pasien ortopedi dan rematologi. Sayang, alat ini baru akan di-uji coba di Selandia Baru, baru bisa diproduksi massal. (yan/Popmech)

Komentar


Artikel Terkait


Tulisan Lainnya