World Cup : Stadion Megah, Qatar kalah hingga Bir (yang) menumpuk

Tuan rumah Qatar harus mengakui keunggulan Ecuador setelah kalah 0-2 dalam pertandingan pembukaan di stadium Al-bayt yang megah di Doha, Qatar, Minggu malam (290/11/2022). Sementara itu  ribuan kaleng bir Budweiser menumpuk di gudang usai kerajaan melarang menjual atau minum bir di dalam stadium.

bir
bir budweiser, sponsor piala dunia menumpuk di gudang usai dilarang menjual minuman keras di piala dunia Qatar. dok : mail

Doha – Tuan rumah Qatar harus mengakui keunggulan Ecuador setelah kalah 0-2 dalam pertandingan pembukaan di stadium Al-bayt yang megah di Doha, Qatar, Minggu malam (290/11/2022). Sementara itu  ribuan kaleng bir Budweiser menumpuk di gudang usai kerajaan melarang menjual atau minum bir di dalam stadium.

Larangan membawa alcohol ke dalam stadium diumumkan pangeran Qatar di saat saat terakhir piala dunia sepakbpola di gelar di negara itu.  Walaupun  raksasa minuman keras itu menjadi sponsor piala dunia, bir Budweiser tetap dilarang diperjual belikan dalam event piala dunia.

bir2
Bir tak boleh di jual di piala dunia Qatar. dok : mail

Penggemar sepak bola, khususnya dari Eropa,  marah dan mulai menuntut pengembalian uang dari panitia Piala Dunia. Budweiser sendiri menghadapi resiko sejumlah besar stok yang akan terbuang sia-sia, kata The Sun.

Namun, kini perusahaan bir terkemuka itu menawarkan bir yang menumpuk itu kepada negara yang akan ke luar sebagai pemenang piala dunia. “ Negara Pemenang mendapatkan Buds. Siapa yang akan mendapatkannya?” tulis fihak Buds dalam tweet-nya.

Ribuan kaleng bir itu dibawa menggunakan kapal tanker, yang menempuh perjalanan sejauh 8.000 mil ke Qatar dari Lancashire, Wales dan London, Inggris. Qatar adalah negara bebas alcohol, namun wisatawan dapat membeli atau mengonsumsi alkohol di dalam hotel atau restoran berlisensi khusus.

ecuador
Ecuador menang 2-0 atas tuan rumah Qatar dalam pembukaan piala dunia di Doha, Qatar, Minggu malam. dok : mail

Sebelumnya, supporter bola, khususnya dari Eropa, diperbolehkan membeli bir di both khusus. Namun kemudian keluiarga kerajaan Qatar mengeluarkan pernyataan larangan memperjual belikan bir di sekitar stadion, atau membawanya ke dalam stadium.

Supporter hanya boleh membelinya dari tempat khusus, dan tidak boleh  lebih dari satu botol agar tidak mabuk.  Namun Budsweiser memutuskan tidak menjual bir-nya karena alasan tidak bisa membatasi pembelian, dan supporter bisa mengamuk bila tidak diberi lebih dari satu botol.

Padahal perusahaan bir itu telah menyepakati donasi  75 juta poundsterling, agar bisa menjual bir secara ekslusif serta media sponsor di piala dunia Qatar. Belum diketahui sikap FIFA atau fihak Budsweiser atas kompensasi kesepakatan itu.  (ian/mail/*)