Wahana Bulan China Kirim Gambar Pertama

BUMOE 12 Jan 2019
Wahana Bulan China Kirim Gambar Pertama

China telah mendaratkan wahana angkasa luarnya di permukaan bulan, akhir tahun lalu. Dua hari lalu, wahana itu – Chang-e-4 – mengirim gamra panorama permukaan bulan yang menakjubkan.

Lensa 360 ° Chang’e-4 menangkap gambar permukaan bulan dnegan latar robot yang digunakan untuk menjelajah permukaan planet bumi itu. Di sisi pendratan berbeda dengan Apollo, Chang-e-4 mengirim gambar permukaan bulan yang tandus, dnegan kawah  Von Kármán yang misterius di kutub selatannya.

Chang-e-4 dan robot penjelajahnya, Yutu-2, saling ambil gambar, di mana Yutu-2 telah bergerak jauh dari Chang-e-4 – induknya – untuk menjelajahi pemrukaan bulan yang belum terjamah wahana AS maupun Rusia, yang telah lebih dahulu mendaratkan wahananya di bulan.

Badan Antariksa Tiongkok, CNSA, mengatakan para ahlinya telah menganalisa setiap jejak dan foto dari Chang-e-4 maupun robot-robotnya. “Semua gambar dalam kondisi stabil, dan misi berjalan baik dan lancer,” ujar mereka.

Foto permukaan bulan dari Chang-e-4 bahkan beredar di media social China, Weibo. “Apakah Anda ingin berjalan-jalan 360 derajat di bulan? Ini adalah foto panorama resolusi tinggi bulan yang diambil oleh robot saya,” tulis situs Chang-e-4, 11 Januari 2019 kemarin.

Akun Yutu-2 yang konon ditulis langsung secara otomatis dari bulan, hari ini menulis “Saya akan merenggangkan kaki-kaki, dan waktunya bangun untuk menjelajah lagi,” tulisnya.

Banyak komentar netizen di China, menanggapi ocehan Yutu-2 dari bulan. “Janganm terlambat bangun, nanti anda diculik aliens,” balas salah satu netizen.  Banyak yang bertanya, mengapa tak terlihat bintang-bintang di latar belakang. Yutu-2 langsung membalas, “Selamat malam. Kini saya melihat begitu banyak bintang,” tulisnya.

“Bulan adalah tempat yang cocok untuk menonton bintang. Tidak peduli itu siang atau malam, langit selalu gelap gulita. Tanpa gangguan atmosfer, bintang-bintang adalah bintik-bintik cahaya yang tidak berkelap-kelip,” tambahnya.

Menurut Yutu-2, satu hari di bulan lebih dari 600 jam (sekitar 27 hari di bumi), karena lambatnya rotasi bulan. Yutu-2 mengaku hanya membutuhkan setengah hari saja (waktu bulan) untuk mengelilingi bulan.

Suhu di bulan sendiri sangat dingin,  sekitar minus 180 ° C (-292 ° F). Namun Yutu-2 melaporkan suhu telah naik signifikan sekarang. Saat panas, suhunya secara radikal bisa mencapai 200 ° C. “Karena itu aku harus tidur sebentar,” tulis Yutu-2.

Penjelajah Yutu-2 mengatakan, agar ‘selamat’ dari kondisi ektreem di bulan yang gersang, ia membutuhkan istirahat yang panjang. Ada isolasi tebal Yutu-2 maupun Chang-e 4 dengan pipa panas variable, dan sirkuit fluida listrik dua fase yang dapat dikontrol. “Sehingga suhu ‘badan saya’ selalu terjaga di bawah 55 ° C,” tulisnya.

Zhang Yuhua, wakil kepala komandan misi, mengatakan Chang-e-4 akan diarahkan untuk memulai serangkaian proyek eksplorasi ilmiah di kawah Von Kármán, seperti yang direncanakan oleh para ilmuwan.

Yutu-2 dan pendarat yang menyertainya akan melakukan tes mineral, biologi dan radiasi di pangkalan masa depan yang akan dibangun China di Bulan. (yan/Dailymail)

 

Komentar


Artikel Terkait


Tulisan Lainnya