USA-China Stop Perang dagang, Dunia Bisnis Lega

PM Cina, Liu he (kiri) dan Presiden AS, Donald Trump (kanan) menandatangani perjanjian dagang di Gedung Putih, Washington DC, Rabu (25/1/2020). (Foto: AFP)
PM Cina, Liu he (kiri) dan Presiden AS, Donald Trump (kanan) menandatangani perjanjian dagang di Gedung Putih, Washington DC, Rabu (25/1/2020). (Foto: AFP)

Washington – Setelah hampir dua tahun berkonflik, dua raksasa ekonomi dominan dunia, Amerika Serikat dan China akhirnya menandatangani gencatan senjata perdagangan, Rabu (15/1/2020). Dengan kesepakatan ini, bisnis di seluruh dunia bernafas lega.

Di tengah tengah kasus dengan Iran dan isu impeachment bagi Presiden Donald Trump, kesepakatan dengan China dinilai sebabagi langkah paling positif dari presiden AS paling kontroversial ini.

Perjanjian “fase satu” itu ditandatangani Presiden Trump dengan PM China Liu He di lobi timur Gedung Putih, di Washington, DC. China berjanji akan membeli hasil pertanian dan peternakan AS lebih banyak, sementara AS akan mengurangi bea masuk barang impor dari China.

Hari ini, Rupiah Semakin Berotot!

“Hari ini, kami mengambil langkah penting, yang belum pernah dilakukan sebelumnya dengan China,” yang akan memastikan “keuntungan timbal balik yang adil,” kata Trump. Trump mengaku akan mencoba memperbaiki masa lalu secara bersama dengan China. Namun di tengah gencatan dagang ini, isu impeachment terhadap trump terus berjalan di Konggres.

Penandatanganan ini berkat negosiasi Beijing dengan Perwakilan Dagang AS, Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin, beberapa waktu lalu.

Trump juga berterima kasih kepada pemimpin China Xi Jinping dan mengatakan ia akan mengunjungi China dalam waktu dekat. “Negosiasi sangat sulit bagi kami,” kata Trump, tetapi mereka (China) melakukan ide “terobosan yang sangat luar biasa,” pujinya.

Sementara Presiden Cina Xi Jinping menitip surat yang menyatakan perjanjian ini “baik untuk China, bagi AS dan untuk seluruh dunia”. Penandatangan ini disambut sangat positif oleh dunia bisnis. Indeks harga saham di seluruh dunia bangkit dan bergairah kembali.(yan/CNA)