Ukraina Tuntut Maaf Resmi dan Kompensasi dari Iran

176 penumpang dan awak pesawat Boeing 737-800 PS752 Teheran-Kiev. (Foto: GettyImages)
176 penumpang dan awak pesawat Boeing 737-800 PS752 Teheran-Kiev. (Foto: GettyImages)

Kiev – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menginginkan permintaan resmi dari pemimpin Iran, serta kompensasi penuh atas kerugian harta dan nyawa warganya yang tewas pasca jatuhnya Boeing 737-800 PS 752 Ukraina Airlines.

Presiden Ukraina. (Foto: DM)
Presiden Ukraina. (Foto: DM)

Meskipun Iran telah mengakui kesalahannya, Ukraina minta penyidikan lengkap atas peristiwa tertembaknya pesawat komersial mereka di langit Iran, Jumat (8/1/2020) malam.

“Iran telah mengaku bersalah menjatuhkan pesawat Ukraine namun kami menuntut pengakuan bersalah penuh. Kami juga minta jaminan dari Iran agar penyidikan dilakukan secara terbuka, memulangkan jenazah warga kami dan membayar kompensasi penuh,” katanya.

Potongan kepala rudal SA-15 Iran yang menerjang pesawat komersial Ukraina. (Foto: GettyImages)
Potongan kepala rudal SA-15 Iran yang menerjang pesawat komersial Ukraina. (Foto: GettyImages)

Zelensky juga minta anggota militer yang terlibat untuk dibawa ke pengadilan untuk dihukum sesuai perbuatan dan tingkat tanggungjawab mereka.

Keluarga korban jatuhnya Boeing 737-800 Ukraina. (Foto: GettyImages)
Keluarga korban jatuhnya Boeing 737-800 Ukraina. (Foto: GettyImages)
Keluarga korban jatuhnya Boeing 737-800 Ukraina. (Foto: GettyImages)
Keluarga korban jatuhnya Boeing 737-800 Ukraina. (Foto: GettyImages)

Sebelumnya Komandan dirgantara Garda Revolusi Iran, Brigadir Jenderal Amirali Hajizadeh mengaku siap menerima tanggungjawab. “Saya lebih baik mati daripada menyaksikan176 orang meninggal karena kesalahan kami,” ujarnya. Ia menyatakan siap menerima tanggung jawab penuh dan akan mematuhi keputusan apapun yang diambil oleh pengadilan.(yan/skynews/AFP?*)