Trump Ditinju, Hacker Iran Retas Situs Resmi Pemerintah AS!

Hacker Iran bobol website pemerintah US.

TeheranWebsite milik Program Perpustakaan Penyimpanan Federal Amerika (FDLP)  rontok diserbu hacker Iran. Gambar depannya berubah jadi lambang Republik Islam Iran. Ada pula gambar Presiden AS Donald Trump dibogem Iran, hingga mulutnya berdarah!

“Ini baru permulaan!” sebuat para peretas, yang menamakan diri “Hacker Grup Keamanan Dunia Maya Iran’, “Ini hanya sebagian kecil dari kemampuan dunia maya Iran,” tulis mereka di halaman depan website itu. Ada tagar #HardRevenge, atau balas dendam yang keras di sana.

Namun juru bicara pemerintah AS beralasan belum mengkonfirmasi kejadian peretasan itu.

Screenshot website FDLP yang diretas hacker Iran.
Screenshot website FDLP yang diretas hacker Iran.

Para peretas Iran memposting pesan: “Ini adalah pesan dari Republik Islam Iran. Kami tidak akan berhenti mendukung teman-teman kami di Jazirah Arab, rakyat Palestina yang tertindas, rakyat Yaman yang tertindas, rakyat, dan pemerintah Suriah, rakyat dan pemerintah Irak, rakyat Bahrain yang tertindas, perlawanan mujahidin sejati di Libanon dan Palestina. Mereka akan kami dukung selamanya,” tulis pesan itu.

Berita terkait: Kedubes AS Di Baghdad Diserang, AS dan Inggris Siapkan Perang!

Peretasan terjadi Minggu (5/1/2020), beberapa saat usai Trump mengumumkanb akan menyerang 52 target di Iran, bila negeri itu mengganggu warga AS yang berada di Timur Tengah.

FDLP adalah website program pemerintah, yang dibuat untuk publikasi resmi negera federal AS, yang bisa diakses secara terbuka oleh publik.

Hasil pencarian Google tanggal 5 Januari 2020, laman FDLP masih berisi pesan Hacker Iran. (SS Bumoe.id)
Hasil pencarian Google tanggal 5 Januari 2020, laman FDLP masih berisi pesan Hacker Iran. (SS Bumoe.id)

Kini website itu tidak bisa dibuka lagi, dengan pesan “Error 520‘, ketika mereka mencoba mengakses halaman. Sara Sendek, juru bicara DHS Cybersecurity dan Infrastructure Security Agency, mengatakan: “Kami tahu situs Program Perpustakaan Penyimpanan Federal (FDLP) telah dirusak dengan pesan pro-Iran, anti-AS.

“Tapi kami tidak tahu, apakah pelakunya benar benar warga Iran,” katanya. Uniknya, pada gambar Trump yang ditinju, ada tulisan “Qassem Soleimani dapat hadiah sebagai martir, ia pahlawan kami yang gigih. Kami akan membalas perbuatan para penjahat dengan darah para martir lainnya.”

Gedung Putih dan Pentagon sama sama tidak memberi komentar atas kejadian itu. Iran memang dianggap sebagai salah satu ancaman keamanan cyber terbesar di dunia, bersama dengan Korea Utara, Cina dan Rusia.(yan/mirror)