Touring IOX Friends & Family 2018, Mengenalkan Wisata Aceh pada Keluarga

BUMOE 21 Feb 2018
Touring IOX Friends & Family 2018, Mengenalkan Wisata Aceh pada Keluarga
Touring keluarga IOX friends family 2018. (Dok: IOX Chapter Aceh)
IOX Friends and Family Challenge.

IOX Challenge.

Indonesia Offroad Expedition (IOX) Chapter Aceh, menggelar event touring IOX Friends & Familiy 2018. Tidak seperti biasa, yakni dunia ekpedisi ke belantara, kali ini IOX Aceh mengajak keluarga mengenal lokasi wisata di Aceh.

Event yang berlangsung 15-18 Februari 2018 ini menjelajah kawasan Aceh Jaya, Aceh Barat, Aceh tengah dan Bener Meriah. Uniknya, berbagai komunitas ikut serta dalam event yang digagas menjadi event tahunan ini. Aneka merk mobil, bahkan yang bukan 4×4 pun ikut serta. Ada Toyota Lancruiser, Chevrolet Trooper, Landrover club, D-Cab, Suzuki Ertiga, Vitara, Jimny sampai mobil legendaris Volks Wagen.

Tenda bawa sendiri, cukup untuk satu keluarga. (Dok: IOX Chapter Aceh)

Tenda bawa sendiri, cukup untuk satu keluarga. (Dok: IOX Chapter Aceh)

“Kita tidak batasi. Ini kan events keluarga dan kita melintasi rute jalan raya ke lokasi-lokasi wisata,” kata Dedi Mulyadi, Ketua Panitia Events. Event kali ini juga tidak dikenakan biaya. “Bawa makanan sendiri, tenda dan peralatan masak,” kata Dedi.

Hari pertama, peserta berkemah di pantai Kuala Bubon, Aceh Barat. Menikmati pantai indah, sunrise dan feri merapat di pelabuhan dari Simeulu, menjadi pengalaman tersendiri. “Kita juga disambut ikan pesta ikan bakar oleh teman-teman Meulaboh,” ujar Alex, Ketua IOX Chpater Aceh.

Baca Juga: Teuku Edi: Sehari Empat Kali Turun Mesin!

Touring keluarga IOX Friends & Family 2018, di tepi Danau Laut Tawar. (Dok: IOX Chapter Aceh)

Touring keluarga IOX Friends & Family 2018, di tepi Danau Laut Tawar. (Dok: IOX Chapter Aceh)

Selanjutnya peserta melintasi jalanan menanjak berliku melewati Beutong Ateuh, menuju Takengon, Aceh Tengah. “Peserta lalu membuka tenda di Ujung Nunang, tepi Danau Laut Tawar,” papar Dedy. Beda dengan Kuala Bubon yang panas, di Takengon udara sejuk membuat malam kedua peserta bisa melepas lelah dengan tidur nyenyak. “Benar-benar melepas lelah di sini, kita bisa tidur pulas,” ujar T. Edi, Ketua VW Club Aceh yang memboyong istri dan anaknya dalam VW Beatle keluaran tahun 1972.

Petik langsung di kebon kopi, Bener Meriah. (Dok: Dedi Mulyadi)

Petik langsung di kebon kopi, Bener Meriah. (Dok: Dedi Mulyadi)

Usia menikmati indahnya Danau Laut Tawar, rombongan lalu menuju Bener Meriah. Lagi-lagi, lapangan terbuka di kebun percontohan Gayo Mountains Coffe menjadi arena perkemahan peserta. Lokasi di desa Pondok Baru ini berada di ketinggian 1600 DPL, juga masih cukup sejuk bagi para peserta. “Suhu rata-rata 10 derajat,” kata Adek Mareva, salah seorang peserta.

Di lokasi ini, para peserta dikenalkan dnegan kebun kopi percontohan, mulai penanaman hingga pemrosesan, dan tentu saja minuman kopi segar langsung di kebunnya. “Lain kopinya, rasanya beda karena langsung diminum di kebunnnya,” puji Opit, peserta  dengan unit Suzuki Vitara.

Malamnya, peserta disuguhi ayam bakar dan lagi-lagi minuman kopi. “Kebetulan musim durian, jadi kita pesta durian juga,” tutup Dedy. Dan, syukurnya, kata Dedi, tak ada unit yang bermasalah, dan tiba kembali di Banda Aceh Minggu sore (18/2/2018), sesuai jadwal yang ditetapkan panitia. Sukses! (Gbrn)

Komentar


Artikel Terkait


Tulisan Lainnya