Tolak Serahkan Blackbox, Iran sebut Jatuhnya Boeing 737 Ukraina Akibat Gagal Mesin

Infografis pesawat jatuh

Teheran – Kecelakaan Boeing 737-800 Ukraina Airlines, di Bandara Teheran, Rabu (8/1/2020) diklaim Irang sebagai kegagalan akibat kebakaran mesin. Begitupun, Iran menolak menyerahkan blackbox pada penyidik luar.

Pesawat membawa 177 orang awak dan penumpang (sebelumnya disebut 170), jatuh tiga menit usai lepas landas dari Bandara International Imam Khomeini, Teheran. Tiga warga Inggris dan 63 warga Kanada, termasuk di antara 168 penumpang dan sembilan awak di dalam penerbangan Ukraina International Airlines dari teheran tujuan Kiev itu. Semua awak dan penumpang tewas!

Crash site, beberapa kilometer di ujung landasan Bandara Teheran. (Foto: AP)
Crash site, beberapa kilometer di ujung landasan Bandara Teheran. (Foto: AP)

Berita sebelumnya: Boeing 737 Ukraina Jatuh di Teheran, 170 Tewas!

Iran menyebut kebakaran salah satu mesin menyebabkan pilot sulit mengendalikan pesawat. Begitupun, pilot tidak sempat melaporkan keadaan darurat, katanya, karena keadaan terlalu cepat.

Seluruh 177 penumpang dan awak tewas. (Foto: AP)
Seluruh 177 penumpang dan awak tewas. (Foto: AP)

Pihak barat menuding kecelakaan itu harus diselidiki tuntas, karena beberapa saat sebelumnya Iran menembakkan sejumlah rudal ke pangkalan Militer AS di Iraq. Apalagi, katanya, pesawat dipenuhi lubang yang ganjil, saat kepingan kepingannya ditemui di lokasi crash.

Baca Juga: Ajaib, Pesawat Jatuh di Mexico, 97 Penumpang Selamat!

Mesin Boeing 737-800 ini dibuat pabrik CFM Perancis. “Terlalu dini menyalahkan mesin sebagai penyebab,” bantah mereka. Ukraina Airlines menerbitkan data penumpang, terdiri dari 82 warga Iran, 63 orang Kanada dan tiga orang Inggris, 10 swedia, empat Afghanistan dan Jerman, serta hanya 11 penumpang berasal dari Ukraina.

Infomotiongraphic pesawat ukraina jatuh
Infomotiongraphic (Fauzan My)

Kebanyakan warga Iran adalah komunitas diaspora Kanada, yang memakai penerbangan murah Ukraina dari Toronta ke Teheran dan sebaliknya, dengan transit di Kiev.

Pecahan lubang di sayap pesawat mencurigakan. (Foto: ISNA)
Pecahan lubang di sayap pesawat mencurigakan. (Foto: ISNA)

Kedutaan Ukraina sendiri semula setuju dengan klaim Iran, yakni kegagalan mesin mengakibatkan pesawat jatuh. Namun pihak Ukraina kemudian mencabut klaim itu dan minta penyidikan yang tuntas dari fihak Iran maupun Boeing. “Kami siap membantu dengan cara apa pun yang diperlukan,” kata jubir Boeing.co.

Maskapai Ukraina Airlines mengatakan jet itu terbilang baru, usianya tiga tahun, dan baru diperiksa dua hari lalu di Kiev. “Pesawat itu dalam layak terbang,” kata presiden maskapai Yevgeniy Dykhne. “Itu salah satu pesawat terbaik kami dengan awak yang hebat,” ujarnya terharu.

Pilot pesawat adalah pilot senior Vladimir Gaponenko, yang memiliki 11.000 lebih jam terbang, sementara co-pilot Serhiy Khomenko memiliki 7.600 jam terbang.

Pilot Vladimir Gaponenko, yang memiliki 11.000 lebih jam terbang. (Foto: DM)
Pilot Vladimir Gaponenko, yang memiliki 11.000 lebih jam terbang. (Foto: DM)

Bahkan tidak biasanya, dilengkapi instruktur maskapai berpengalaman, Alexey Naumkin dengan 12.000 jam terbang. Ukraina Airlines sendiri kemudian membatalkan semua rute penerbangannya ke Teheran pasca kejadian itu.

Beberapa jam sebelumnya, administrasi Penerbangan Federal AS (FAA) mengeluarkan larangan terbang bagi maskapai AS di atas wilayah Iran, Irak, dan perairan Teluk Persia karena krisis Timur Tengah.

Namun hingga berita ini diturunkan Bumoe.id, Rabu (8/1/2020) malam, udara Suriah, Irak dan Iran masih dilintasi banyak pesawat komersial. Banyak maskapai yakin kecelakaan itu akibat kendala teknis. Hanya maskapai Eropa, Air France, British Airways dan Lufthansa, yang mematuhi larangan FAA.

Berita Lainnya: 3x 24 jam, Pesawat Dilarang Terbang di Atas Suriah!

Hingga rabu (8/1/2020) malam masih banyak pesawat komersial melintas di atas udara Irak dan Iran. (Data: Flighradar24)
Hingga rabu (8/1/2020) malam masih banyak pesawat komersial melintas di atas udara Irak dan Iran. (Data: Flighradar24)

Sementara Maskapai Asia, termasuk Qatar Airways, Emirat dan Flydubai masih lalu lalang di atas wilayah Irak dan Iran untuk mengantar penumpang ke berbagai kota di Asia Tengah dan Tenggara.

Namun di luar berkembang berbagai spekulasi hingga menjurus teori konspirasi, bahwa pesawat komuter berbadan sedang itu bertabrakan dengan drone militer sebelum jatuh. Ilya Kusa, seorang ahli urusan internasional Ukraina, mengatakan di tengah-tengah ketegangan AS-Iran, banyak rudal dan drone berseliweran. “Bisa saja salah satu di antaranya menabrak pesawat,” katanya.

Pilot militer Rusia Vladimir Popov malah menuding pesawat bertabrakan dengan pesawat pengintai tak berawak, atau drone “Sebuah pesawat dalam tabrakan bisa mendapatkan kerusakan yang signifikan dan bahkan terbakar di udara.”

Lihat Juga: Petugas Bandara Curi Pesawat, Terbang Lalu Jatuh!

Rekaman radar di Flightradar24, jatuh usai terbang 7000 kaki.

Seorang ahli Rusia lainnya, Alexander Romanov, mengaku bisa saja akibat kerusakan mesin, “Karena kelebihan muatan,” katanya. Pesawat Boeing 737-800 malam itu, memang terbang dengan muatan dan penumpang penuh.

“Hanya sedetik sebelum ledakan utama, yang terjadi pada ketinggian sangat rendah (7000 kaki—red), ada kilatan, mungkin memang dari percikan mesin CFM,” duganya. Hanya terbuka bila Iran membuka kotak hitam dan merilisnya ke public setelah di-analisa para ahli.(yan/Dailymail/***)