Tipu-Tipu belanja online : Mulai Amazon Hingga Lazada!

Berhati hatilah melakukan transaksi belanja online, bahkan dari toko online ternama. Bahkan seringkali sudah berhati hati, kena tipu juga.  Kisah ini banyak di alami konsumen Indonesia, namun kebanyakan hanya mengeluh di lapak online tersebut, atau sekedar review buruk. Padahal kerugian mereka ratusan hingga jutaan rupiah.

amazon
Clair belanja HP dikirim tang potong kabel. Dok : Mail

Berhati hatilah melakukan transaksi belanja online, bahkan dari toko online ternama. Bahkan seringkali sudah berhati hati, kena tipu juga.  Kisah ini banyak di alami konsumen Indonesia, namun kebanyakan hanya mengeluh di lapak online tersebut, atau sekedar review buruk. Padahal kerugian mereka ratusan hingga jutaan rupiah.

Kisah yang sama baru baru ini menimpa  seorang wanita asal Inggris, Clair Wilson, 34 tahun, yang amat kesal karena belanja handphone merk Oneplus di Amazon, seharga  £630, atau sekitar Rp 12 juta, tetapi  malah dikirim sebuah pemotong kabel seharga  Rp 35 ribu!

“Ini benar benar brengsek! Saya terpaksa berhemat di akhir tahun ini,” keluhnya sedih. Tadinya Clair sangat senang paketnya datang. Namun saat ia membuka paket, berubah menjadi hari buruk baginya. “Mengerikan sekaligus menyedihkan melihat isi paket,” kesalnya.

Clair kemudian menghubungi layanan pelanggan Amazon, yang berjanji akan mengembalikan uangnya bila ia bersedia mengembalikan barang berikut video unboxingnya. Namun 10 hari kemudian,  fihak Amazon mengatakan  tidak bisa mengembalikan uang maupun HP  yang dia inginkan dengan alasan yang menurut Clair dibuat buat.

Beli Projector dapat sabun cream ekonomui di Lazada

IMG20221022125559
Beli projector dapat sabun cream. foto dok

Hal yang hampir sama dialami Mardi, konsumen Lazada yang membeli  projector mini made in China seharga 300 ribuan di took Sinar ACC Mandiri yang berjualan di Lazada. Namun ketika paketnya datang empat hari kemudian, yang diterima Clair hanya bungkus yang berisi sabun cream ekonomi seharga Rp 2000-an. “Ini penipuan luarbiasa, disengaja dan tampaknya dibiarkanfihak  Lazada. Bagaimana control mereka terhadap online shop maupun pribadi yang berjualan di lapak mereka? “ keluhnya.

Screenshot 2022 10 22 12 59 09 38
Toko online di Lazada

Ia mengaku sudah berkali kali melontarkan keluhan dan bukti via layanan Lazada, bahkan via surat elektronik ke fihak Lazada. “Namun tidak pernah dibalas. Bayangkan berapa banyak uang konsumen Indonesia yang hilang dibawa para bajingan online tersebut. Mestinya Lazada ikut bertanggungjawab!” paparnya.

Di review toko tersebut, padahal banyak kesal di antara komentar bagus  berbintang lima. “Kita duga komentar bagus itu dari fihaknya sendiri. Saat di cek Mardi sehari setelah ia terima paket, Toko Sinar ACC Mandiri itu telah lenyap dari Lazada, berganti nama baru Sinar Mandiri ACC. “Mestinya nama yang berubah dekat itu bisa dengan gampang di kontrol oleh fihak Lazada. Nmaun ia bisa jualan lagi di lapak itu. Kita patut menduga ada kerjasama dengan orang dalam Lazada,” analisanya.  Toko tersebut juga berjualan alat elektronik dan kebutuhan perempuan.

Belakangan, muncul nama “toko projector’ yang berjualan proyektor juga di Lazada. Banyak isi review yang menghujat toko tersebut sebagai  penipu, “Beli projector dikirim sabun ekonomi!” maki seorang konsumen. Diduga, orangnya itu itu juga. “Sekali lagi, sangat disesalkan control Lazada untuk menjaga konsumennya!” keluh Mardi.

Bagaimana dengan lembaga perlindungan konsumen hingga Menkominfo soal tipu tipu di online shop ini? Belum terlihat, atau karena konsumen malas mengadu. Berapa uang masyarakat negeri ini yang mengalir ke luar untuk para penipu di dunia dagang online ini, tanpa perlindungan onlibne market apalagi pemerintah melalui Menkominfo? “Saya duga cukup signifikan, banyak sekali,” papar seorang pengamat bisnis online. (ian/mail/*)