Tiga Supermoon di Tahun 2019, Di awali Gerhana Superbloodmoon

Gerhana Bulan Merah Super, 21 Januari 2019 mendatang. dok : Express

Gerhana bulan Superbloodmoon kembali akan terlihat di langit pada 21 Januari 2019 mendatang. Di mana lokasi yang tepat untuk melihat fenomena alam langka ini? Di Amerika pagi, di Asia sore jelang malam.

Gerhana Bulan Darah Super adalah puncak dari tiga peristiwa astrologi, bulan super bewarna merah dan gerhana secara serentak.

Pertama, bulan akan mendekati titik perigee atau jarak terdekat yang mungkin ke Bumi – sehingga terlihat begitu besar, disebut  Supermoon. Kedua, Bulan akan melewati pusat bayangan paling gelap Bumi dan menghilang dalam gerhana bulan total. Akhirnya, ketika bola bulan masuk ke kegelapan akan mengambil warna merah ke oranye dari sinar matahari yang tersebar dan muncul sebagai Bulan Darah. Indah sekaligus agak menakutkan.

Gerhana bulan merah super. dok : Sunday Express

Kita pernah mengalami  Gerhana Supermoon pada 27 Juli 2018 lalu, dan gerhana bulan darah super pada 31 Januari 2018 lalu.  Peristiwa ini kembali akan terulang pada 21 Januari 2019, walaupun tak selama  kejadian 2018.

Di Benua Amerika , gerhana bulan merah super  puncaknya akan terjadi pada pukul 5.13 pagi waktu setempat. Di Asia, khususnya Indonesia,  akan terjadi di sore menjelang malam hari. Astronom di Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard NASA menyebut gerhana  akan berlangsung dalam tiga jam dan 17 menit. Awam akan melihat dalam durasi lebih pendek, sekitar satu jam.

Fase gerhana Superbloodmoon. Grafis : Sunday Express

“Ada tiga Supermoon tahun 2019 nanti. 21 Januari, 19 Februari dan 21 Maret 2019. Tapi yang Januari saja yang menjadi superbloodmoon,” kata  Astronom Bruce McClure dan Deborah Byrd dari EarthSky.org. Namun menurut mereka, bulan purnama 19 Februari akan menampilkan Supermoon terbesar di tahun 2019. (yan/Express)