Teuku Edi: Jelajah Nusantara Dengan VW Beatle 72

BUMOE 21 Feb 2018
Teuku Edi: Jelajah Nusantara Dengan VW Beatle 72
Teuku Edi Mulia di Danau Laut Tawar, Takengon. (Dok: IOX Chapter Aceh)
IOX Friends and Family Challenge.

IOX Challenge.

Dari barisan peserta touring iox, terselip beberapa unit mobil Jerman legendaris, Volks Wagen. Ada Combi, Safari, dan Beatle (VW kodok). Satu-satunya VW beatle tampil mencolok dalam rombongan, VW berkelir putih milik Ketua VW Club Aceh, Teuku Edi Mulia. Ia memboyong istri tercintanya, Nurhayati, dan putra bungsu T. Ayi.

VW Family, T Edi, Nurhayati, dan T Ayi, dengan VW kebanggaan. (Foto: Gibran)

VW Family, T Edi, Nurhayati, dan T Ayi, dengan VW kebanggaan. (Foto: Gibran)

“VW ini keluaran tahun 1972, saya pakai sejak 1991, memang sejak awal warnanya putih, original,” jelas T. Edi. Ia hanya menambahkan compressor AC (air conditioner), agar perjalanannya lebih adem dan nyaman. T. Edi mengaku gampang-gampang susah merawat mesin VW 1200 cc-nya, yang terpasang di buritan mobil.

“Kita percaya bengkel saja, selain kita rawat sendiri. Tidak susah, yang penting sabar,” katanya. Bahkan, seringkali mesin ia naik turunkan sendiri.

Baca Juga: Touring IOX Friends & Family 2018, Mengenalkan Wisata Aceh pada Keluarga

“Sehari kadang sampai empat kali. Bautnya cuma empat biji, dilepas, sudah mesinnya tinggal di keluarin,” ujarnya. Ia mengatakan hal ini bukan karena mesinnya rewel, tapi betapa ringkasnya mesin VW untuk dibongkar pasang. Sementara spare parts, dipesan dari Medan, hingga Jakarta.

Mesin belakang 1200 cc VW Beatle T. Edi, sehari empat kali turun mesin. Cukup irit, dan tanpa perlu radiator. (Foto: Gibran)

Mesin belakang 1200 cc VW Beatle T. Edi, sehari empat kali turun mesin. Cukup irit, dan tanpa perlu radiator. (Foto: Gibran)

Tak terhitung pengalaman berkelanan dengan VW nya ini. “Udah ke mana-mana. Ikut event-event Jambore nasional dan regional Sumatera. Jogja Volkswagen Festival, Jambora Volkswagen Indonesia di Tasikmalaya, Jambore VI Bangka Belitung, Lampung, One Day Pekanbaru, hingga JVWS Parapat, Sumatera Utara,” jelasnya. Event event lokal semacam touring IOX pasti diikutinya, bersama keluarga.

Pernah, di perjalanan saja, harus ditempuh selama lima hari lima malam, seperti jamboree Tasikmalaya tempo hari. “Ya sehat orangnya, sehat mobilnya,” tandas T. Edi. Menariknya, tentu banyak pengelaman berbeda, dengan mobil menjelajah berbagai daerah di nusantara ini. Indahnya lagi, bersama VW kesayangan, dan keluarga tercinta. “Kebahagiaannya tak tergantikan dengan apapun,” tutup T Edi.(yan/*)

Berkelana ke manapun, dengan VW kodok lansiran tahun 1972. (Dok: T Edi)

Berkelana ke manapun, dengan VW kodok lansiran tahun 1972. (Dok: T Edi)

Komentar


Artikel Terkait


Tulisan Lainnya