Terpengaruh WW III, IHSG Ambruk!

IHSG awal pekan Januari 2020. (Gambar katadata.co.id)
IHSG awal pekan Januari 2020. (Gambar katadata.co.id)

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona merah, saat dibuka mengawali perdagangan pertama di pekan ini, Senin (6/1/2020). IHSG jatuh 0,47% ke level 6.293,5, dan pukul 09:20 WIB tadi, koreksi IHSG telah bertambah dalam menjadi 1,02% ke level 6.258,87.

Kinerja IHSG senada dengan seluruh bursa saham utama kawasan Asia yang juga sedang ditransaksikan di zona merah. Hingga berita ini diturunkan, indeks Nikkei turun 2,11%, indeks Shanghai melemah 0,01%, indeks Hang Seng jatuh 0,9%, indeks Straits Times terkoreksi 0,62%, dan indeks Kospi berkurang 0,95%.

Indeks saham komposit ikut anjlok, hari ini (6/1/2020).(Data IDX)
Indeks saham komposit ikut anjlok, hari ini (6/1/2020).(Data IDX)

Semakin memanasnya tensi geopolitik antara AS dengan Iran menjadi faktor yang memantik aksi jual di bursa saham Benua Kuning. Dampak dari menegangnya hubungan Iran-AS dan sekutu, ditakutkan bisa berlanjut dengan WW III (perang dunia ke III). Inggris hingga hari ini terus memasok senjata ke wilayah Teluk

Lihat juga pengaruh bursa Malaysia: Bursa Efek Malaysia Juga Rontok!

Jet Tempur RAF (Royal Air Force) terus bergerak ke UAE, didukung pesawat Tanker Airbus A-330 KC2 Voyager yang wara-wiri dari Pangkalan Brize Norton Inggris ke wilayah Teluk. Tadi malam terpantau KC2 Voyager RAF di atas udara Saudi memacu kecepatan di atas rata rata hingga 627 knots di ketinggian 37.000 feet menuju wilayah Teluk.

KC2 Voyager RAF, Minggu (5/1/2020) malam, memasuki wilayah teluk untuk support jet tempur Inggris yang dikirim ke wilayah Teluk untuk menyerang Iran. grafis : Flightradar24

AS juga mengirim pasukan para troops dan armada tempur ke Selat Hormuz, dan terus menuju perairan Iran. Presiden Donald Trump mengancam akan menyerang 52 target di Iran jika negeri para Mollah itu “macam-macam” pada warganya di Timur Tengah.

Begitupun, hingga Senin (6/1/2020), langit di wilayah Timur Tengah, bahkan Iran, masih lancar dipenuhi pesawat komersial yang lalu lalang, dari Asia ke Eropa. Asia ke Afrika, maupun dari benua Asia seluruh Asia lainnya.(yan/CNBC/*)