Tanpa Peringatan Dini, Bagaimana Mengenali Akan Ada Tsunami?

Tsunami Jepang. Foto dok google

Gempa bumi, tidak selamanya akan terjadi tsunami. Gempa sesar darat, gempa dalam, hingga gempa magnitude enam ke bawah, biasanya tidak akan terjadi tsunami. Gempa di atas 6 pada Skala Richter (SR), apalagi dangkal – kedalaman sekitar 10 km – dalam durasi lama, kemungkinan besar akan di-ikuti tsunami.

Gempa Aceh 26 Desember 2004, berdurasi lebih enam menit, goncangan yang amat keras, sehingga untuk berdiripun susah di Kota Banda Aceh. Maka, sedetik setelah gempa, saya segera mengumpulkan bahan makanan dan pakaian, “Kita pergi, akan ada tsunami,” ujar saya pada istri. Dua anak masih kecil saya bopong, 15 menit kemudian kami meluncur ke luar.

Sayang, meski tak begitu yakin, namun beberapa orang dekat yang sempat saya ingatkan malah bertanya hal-hal sepele. Hanya satu orang yang memastikan dan mengikuti langkah saya : Dr (sekarang profesor) Ahmad Humam Hamid.

Selain pengetahuan dan kepekaan, sebenarnya setiap gempa harus diwaspadai, apalagi bagi mereka yang berada di dalam gedung, rumah (reruntuhan) atau yang tinggal dekat wilayah pantai (tsunami).

Berikut ciri ciri akan terjadi tsunami usai gempa yang mungkin Anda rasakan di wilayah Anda :

  1. Kualitas gempa.

Sekali lagi, gempa berdurasi lama, dan goncangan keras, patut dicurigai akan berlanjut dengan tsunami. Alangkah baiknya bila Anda bisa segera tahu magnitude dan epicentrumnya, untuk memastikan tsunami, atau setidaknya menentukan lebih pasti, wilayah Anda berkemungkinan terdampak tsunami atau tidak.

  1. Air laut surut.

Bila Anda kebetulan berada di tepi pantai, usai gempa melihat air laut surut, maka dapat dipastikan air laut akan segera tumpah ke daratan (tsunami).

  1. Suara gemuruh.

Ada suara gemuruh hingga ledakan dari arah laut. Beberapa saksi mata tsunami 2004 mengatakan mirip suara deru pesawat terbang, sebagian seperti mendengar ledakan bom. Suara ledakan bom pasti terdengar pertama kali, saat lempengan menabrak air laut, sementara suara gemuruh mirip deru pesawat adalah serbuan air laut pada kecepatan tinggi ke daratan. Dalam kasus tsunami Aceh dan Palu hampir sama, sekitar 800 km/jam kecepatan gelombang menghantam daratan.

  1. Reaksi Hewan.

Saksi mata, melihat beberapa kelompok burung terbang dari arah laut ke arah gunung Seulawah, dengan memekik mekik, usai gempa 9,1 SR, pagi Minggu 26 Desember 2004. Saksi lain yang memiliki anjing peliharaan, mengaku ajingnya menggigit celananya, lalu menarik , melepas kemudian lari ke arah berlawanan dari laut, beberapa menit usai gempa 2004 terjadi.

  1. Gelombang aneh.

Bentuknya bergelombang semacam alun aneh. Ini seperti video dari awak kapal tanker di Palu, atau dari pilot Batik Air ID 6231, dari ketinggian 1.500 feet. Bagi Anda yang agak jauh dari darat memang tak akan terpantau, itu terjadi di menit-menit menunggu gelombang tsunami datang.

  1. Awan aneh di langit.

Jangan lupa memperhatikan langit. Bila ada penampakan aneh, seperti bentuk awanmendung gelap bertumpuk, padahal tidak ada pertanda akan hujan, kadangkala disertai angina aneh mirip puting beliung, yang  terjadi di beberapa lokasi saja. Ini akibat gelombang elektromagnetik lapisan kerak bumi. Mirip awan cirrus, yang biasanya terjadi beberapa hari sebelum kejadian gempa bumi.

  1. Alat listrik memiliki energy sendiri.

Ada kondisi tertentu, yang tidak bisa disamakan terjadi pada situasi lain, seperti bola lampu menyala tiba tiba sendiri tanpa Anda dihidupkan. Ini akibat energi elektromagnetik, biasanya   terjadi saat sebelum atau sesudah gempa bumi. Kasus lain – tidak pada semuanya – alat penanak nasi yang menyimpan nasi dalam kondisi dipanaskan menjadi cepat basi. Biasanya terjadi sebelum gempa bumi datang. Sekali lagi, tidak semua rice cooker atau lampu terpengaruh energy elegtromagnetik ini.

Mungkin ada banyak pertanda lain, yang secara ilmiah dan factual akan terlihat, namun bisa juga di luar nalar. Tergantung kepekaan logika hingga nalar dna perasaan juga. Tidak semua kita juga punya kepekaan yang sama, walau indera berjumlah lima. Kecuali Anda punya indera ke enam. Semoga semua bisa digunakan untuk kebaikan dan keselamatan manusia di planet ini.

Resiko kita hidup di atas dua atau tiga lempengan bumi yang saling bertubrukan, Eurasia, Indo Australia dan Pasific (Sulawesi, Sumba). Harus selalu waspada dan sigap menyiasati akan datangnya bencana alam gempa dan tsunami.  (marhiansyah)