Taiwan Sambut Turis Muslim

BUMOE 22 Feb 2018
Taiwan Sambut Turis Muslim
Produk halal Indonesia juga merambah Taiwan. (Dok: halhalal.com)

Pemerintah Taiwan sadar potensi wisatawan muslim di Asia Tenggara yang akan berkunjung ke negaranya. Hotel dan makanan halal semakin banyak di negeri itu. “Tahun lalu (2017), kami menerima sekitar 30 persen pengunjung dari Asia Tenggara, khususnya Indonesia dan Malaysia,” kata walikota Taipei Ko Wen-je.

Karena itu, Taiwan serius ingin meningkatkan hubungan dengan 16 negara Asia selatan dan tenggara, termasuk Australia dan Selandia Baru—yang disebutnya sebagai “kebijakan selatan”—dan mencari lebih banyak pengunjung dari kawasan ini.

Musholla di Taipei. (Dok: SCH/Google)

Musholla di Taipei. (Dok: SCH/Google)

Wisatawan Indonesia diakui paling banyak mengunjungi Taiwan, selain Thailand dan Malaysia. Taoisme adalah kepercayaan utama di Taiwan, dan jumlah penduduk Muslim kurang dari dua persen dari populasi. Namun banyak wisatawan muslim mengaku terkejut disambut begitu baik di Taiwan.

“Saya sangat menyukai pemandangan alam di Taiwan, dan orang-orangnya sangat baik,” kata Ashma Bunlapho (40), seorang turis Muslim dari Thailand Selatan, yang berlibur selama lima hari di Taiwan.

Dia menemukan restoran halal menggunakan Google Maps, termasuk toko yang menjual mie daging sapi—favorit Taiwan—dan gampang menemukan mushalla untuk sholat. Wisatawan Malaysia, Dean Idris mengaku makanan halal mudah didapat saat mengunjungi Taipei bersama dua anaknya yang masih kecil, memasuki kebun binatang, pasar malam dan sebuah distrik bersejarah yang dekat dengan kuil terkenal di kota ini.

Bagaimana Mencapai Bangkok, Surga Pariwisata Dunia?

Bagaimana Mencapai Bangkok, Surga Pariwisata Dunia?

Bangkok, menjadi destinasi wajib bagi hampir semua traveller dunia. Belum pernah, dan ingin ke Bangkok?

Selengkapnya

“Saya heran bahwa Taiwan, Taipei khususnya, sebenarnya ramah sekali pada wisatawan Muslim,” katanya saat ditemui di luar sebuah masjid di Taipei, seusai menunaikan sholat zuhur. Bahkan yang mengejutkan, ada perwakilan PCNU di Taipei, Taiwan.

PCNU Taiwan. (Dok: halhalal.com)

PCNU Taiwan. (Dok: halhalal.com)

Bukan hanya Taiwan, Thailand, Korea Selatan dan Jepang juga berlomba ramah pada wisatawan muslim. Di Thailand misalnya, kini ada lembaga negara untuk sertifikasi halal, serta tumbuh suburnya restoran halal di Bangkok dan berbagai kota wisata lainnya. Selain wisatawan Indonesia dan Malaysia, di kota Bangkok juga gampang ditemui turis asal jazirah Arab, Pakistan dan India (muslim).

Perkembangan turis di Asia, tak terlepas dari booming penerbangan murah yang dimotori oleh Air Asia, Malindo Air, dan Tiger Air. Airlines Taiwan, Eva Air, juga kini semakin terjangkau harga tiketnya.
Sebuah restoran terkenal di Taipei, Master Ayam Goreng,  tidak jauh dari Balai Peringatan Chiang Kai-shek telah menyesuaikan diri. Mereka  menjual camilan halal, yang juga merupakan favorit Taiwan.

“Kami berharap dapat melayani wisatawan, pelajar pertukaran, atau warga Muslim yang tinggal di Taiwan. Sebagai orang Taiwan, kami bangga dengan makanan kami, “kata Louis Tsai, juru bicara Super Qin Group, perusahaan pemilik toko tersebut.

Chef yang memiliki sertifikasi makanan halal, di dapur yang terpisah. dok : SCH/google

Hotel-hotel juga mulai menerapkan makanan halal di restorannya, serta menyediakan kamar tamu dengan tanda arah kiblat. Untuk mendapatkan sertifikasi halal, dapur hotel menciptakan area makan dan makan terpisah.

“Karena jumlah wisatawan China daratan telah menurun, dan Asia Tenggara adalah pasar yang cukup besar dengan mayoritas umat Islam, kita mencoba memberi pelayanan yang sesuai,” kata Jack Chang, manajer tourism board Taiwan.

Taiwan juga akan memberlakukan bebas VISA bagi negara Asia Tenggara, Thailand, Brunei, Filipina, termasuk Indonesia, India, dan Kamboja, sejak Juni 2017.  Namun ada yang kurang bagi  Ashma, yakni kendala Bahasa. “Bahasa Inggris terbatas di sini, seperti di Thailand juga. Kadang sulit untuk bertanya sekadar nama jalan dan tujuan,” ujarnya. Namun bila ada rezeki, ia mengaku akan kembali ke Taiwan, ketimbang Hongkong yang menurutnya jauh lebih mahal. (yan/SCH)

Komentar


Artikel Terkait


Tulisan Lainnya