“Susu Kecoa” (yang) Padat Gizi!

BUMOE 06 Jun 2018
“Susu Kecoa” (yang) Padat Gizi!
Kecoa. (Foto Freepik.com)

Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menerbitkan sebuah laporan pada 2013, yang menyarankan orang-orang harus mulai memakan serangga, sebagai salah satu solusi atas kekurangan makanan.

Dan saran utama: Kecoa! Alasannya, “’Susu kecoa’ adalah salah satu zat yang paling bergizi dan kaya kalori di dunia,” simpul para ilmuwan. Susu kecoa di-olah dari Diploptera punctata cockroach, satu-satunya varian kecoa yang diketahui melahirkan daripada bertelur. Sebagian besar ditemukan di pulau-pulau Pasifik, termasuk di Indonesia, khususnya Aceh.

Para peneliti India, tahun 2016 menyebut susu kecoa mengandung lebih dari tiga kali lebih banyak energi daripada susu sapi. “Memang—hingga kini—belum ada manusia di India yang mau mencobanya,” kata mereka. Subramanian Ramaswamy, seorang ahli biokimia di Institute for Stem Cell Biology and Regenerative Medicine di Bangalore, India, mengakui khasiat Kecoa. “Biasa saja, tidak ada yang aneh, terutama bila anda tidak membayangkan sarangnya, canda Ramaswamy.

Kecoa untuk susu. (Foto Dok Google)

Kecoa untuk susu. (Foto Dok Google)

Apalagi susu kecoa telah dijadikan krital. Hasil foto sinar-X terbukti dan uji lab lain menunjukkan bahwa susu kecoa adalah salah satu zat yang paling bergizi dan sangat kalori di planet ini! “Ini makanan lengkap,” kata Ramaswamy tentang kristal susu kecoa.

Di China, saran PBB telah meng-ilhami Li Bingcai, seorang petani kecoa di Yibin, desa di provinsi Sichuan. Ia  terjun ke bisnis kecoa, dua tahun lalu. “Saya berencana memproduksi produk makanan seperti bakso kecoa dan tepung kecoa,”  kata Bing Cai.

Baca Juga: Astaga! Kecoa, Makanan Mahal Masa Depan?

Ia kini menjual 10 kilogram kecoa sebulan ke dua restoran lokal, di mana kecoak dibuat menjadi hidangan. “Orang-orang takut pada mereka pada awalnya, tetapi sekarang begitu banyak yang memakannya,” katanya. “Rasanya istimewa dan dijamin penuh protein.”

Kembali ke tablet Kangfuxin ye, yang terbukti efektif dalam mengobati luka borok dan kulit. Namun perusahaan ini tidak mampu memenuhi kebutuhan obat Barat modern, untuk mengisolasi zat kimia aktif tunggal dari kecoa. Sebaliknya, kangfuxin ye, obat resep yang disetujui oleh otoritas obat Cina, mengandung beberapa senyawa yang diekstraksi dari serangga, termasuk berbagai asam amino dan peptida.

Geng, ketua Gooddoctor, berharap bahwa obat-obatan multi-zat—seperti yang digunakan dalam pengobatan tradisional Cina—suatu hari akan diakui oleh komunitas sains internasional. “Tubuh manusia terbuat dari beberapa senyawa,” kata Geng. “Jadi zat ganda lebih baik daripada zat tunggal,” katanya.

Kini Gooddoctor, dengan lebih dari 100 staf di Litbangnya, menerima subsidi jutaan yuan dana pemerintah untuk program penelitiannya setiap tahun. “Sikap pemerintah China terhadap industri kecoa telah “berubah dari ketidakpedulian terhadap pengakuan dan persetujuan” selama beberapa tahun terakhir, kata Liu. Bagaimana dengan kita, yang kaya sumber daya alam—masih terlena—?(yan/UN Newsletter/CNN)

Komentar


Artikel Terkait


Tulisan Lainnya