Supermoon Picu Gempa, Mitos atau Fakta

BUMOE 24 Jan 2018
Supermoon Picu Gempa, Mitos atau Fakta
Supermoon. (Foto AFP/Google)

Frank Hoogerbuis, pengamat meteorology Belanda, berani memprediksi adanya gempa besar di Bulan Desember 2017 lalu. Ini, katanya berkaitan dengan posisi bulan yang mendekat ke bumi (supermoon), dan posisi Mercurius dan Saturnus yang berada sejajar dengan orbit bumi.

“Gaya grafitasi planet-planet itu, termasuk bulan akan mempengaruhi lempeng bumi kita,” ujarnya pada Ekpress.co.uk, yakin. Apalagi supermoon, katanya akan sangat berpengaruh pada pergerakan kerak bumi kita.

Tak ada penelitian yang khusus secara ilmiah, namun faktanya, memang banyak gempa besar terjadi menjelang atau usai supermoon. Gempa 9,3 SR yang diikuti tsunami di Aceh, 26 Desember 2004 lalu salah satu di antaranya. Lalu gempa 9,2 SR di Alaska 28 Maret 1964, dan baru kemarin pula, gempa 7,9 SR di Alaska, usai supermoon 3 Januari 2018, dan menjelang supermoon 31 Januari 2018 nanti.

Gerhana Bulan Penuh

Gerhana Bulan Penuh Lintasi Indonesia

Fenomena alam 150 tahun sekali akan menarik untuk ditonton. Kabar baiknya Indonesia akan menjadi titik paling tepat untuk menyaksikan fenomena langka ini.

Selengkapnya

Hoogerbuis bahkan mengklaim telah memperkirakan serangkaian gempa besar di seluruh dunia, namun diejek oleh ilmuwan. “Mereka menolak mengakui posisi planet mempengaruhi kerak bumi, bahkan cenderung menyalahkan ring of fire,” ujarnya.

Tapi, Mr Hoogerbeets memang tak selalu benar. Pada bulan Desember 2015, dia memprediksi gempa berkekuatan sangat yang bisa ‘mengubah dunia selamanya’, namun tak terjadi.

Astronom tenar Phil Plait, menolak mentah mentah klaim Hoogerbuis. “Mana mungkin penyelarasan planet, atau supermoon yang jaraknya jutaan kilometer (dari bumi) berpengaruh. Tak  mungkin itu,” tegasnya.

Namun Hoogerbuis bersikeras, “Catat saja. Setiap supermoon, atau minimal tiga planet tata surya sejajar orbit bumi, akan ada gempa besar, antara dua hari sebelum atau dua hari sesudahnya,” kata Hooger. Nah, kita tunggu supermoon 31 Januari 2018, entah ada planet yang sejajar dengan bumi pula saat itu, Mr Hooger. (yan/*)

Komentar


Artikel Terkait


Tulisan Lainnya