Sukses Kloning Kera danAnjing, Cina Akan Kloning Manusia!

Beijing – CINA kini telah berhasil mengkloning 20 ras anjing , dan tiga tahun lalu spesies kera. Dan kini ilmuwan Cina akan melakukan langkah ‘logis’ selanjutnya : Mengkloning anak manusia! Replika anak manusia kini dalam langkah awal di laboratorium yang sama, di Beijing, Cina.

Wang Yinqing, pemilik anjing, menunjukkan anak anjing muda itu kepada ‘bapak tiruannya’ Doudou, dalam gambar yang diunggah ke media sosial. Sejak Maret 2018, teknologi kloning oleh para ahli Cina telah berhasil mereplikasi 20 ras anjing yang berbeda.

Namun para peneliti menyatakan, kloning menghasilkan hewan dari DNA yang sama persis, tidak akan selalu memiliki temperamen dan sifat yang sama. Hanya bentuk fisiknya serupa. Kemungkinan yang sama juga akan berlaku pada kloning manusia. Beberapa volunteer orangtua telah diminta mengisi daftar potensial anak mereka yang ingin dikloning.

Sementara Ronald Green, ahli bioetika di Dartmouth, AS  memperingatkan pentingnya persetujuan orangtua untuk mengkloning kembaran anaknya itu. “Hanya orangtua yang setuju anaknya dikloning yang boleh direplika,” ingatnya.

Ia mencontohkan ada orangtua yang ingin memiliki bayi mirip George Clooney, tentu dengan mempertimbangkan beberapa bagian tubuh, misalnya rambut, yang harus dimodif setelah si bayi lahir. “Ini menimbulkan dampak pertikaian mental sampai sisi bisnis lanjutan,” katanya.

Sel Telur dari darah

September lalu, sekelompok ilmuwan Jepang berhasil menciptakan sel telur manusia, hanya dari darah manusia melalui pengujian sel induk. Namun telur awal ini tidak bisa tumbuh menjadi bayi manusia, karena terlalu muda. Namun temuan itu dinilai sebagai sebuah hasil loncatan  dari eksperimen kelompok itu.

Ilmuwan Hank Greely, seorang ahli bioetika di Stanford, Inggris  mengatakan, temuan itu akan menginspirasi cara baru mereproduksi manusia. “Jika kita dapat membuat sel telur dan sperma manusia dari darah atau bahkan sel-sel kulit, akan  membuka banyak kemungkinan untuk mengubah cara manusia bereproduksi,” katanya. Dan ini akan mengubah banyak hal – selain mental dan fisik — peradaban manusia di bumi. (yan/express)