Sinabung Erupsi Besar, Debunya Capai Aceh

BUMOE 20 Feb 2018
Sinabung Erupsi Besar, Debunya Capai Aceh
Erupsi Sinabung, Senin (19/2/2018). (Foto: ist)

Delapan tahun sudah, sejak Agustus 2010, Sinabung, Sumatera Utara tampaknya tak kehabisan energi. Dan Senin (19/2/2018), erupsi semakin besar. Semburan abu vulkanik letusannya, Gunung Sinabung, meluas ke sejumlah daerah di Aceh. Abu vulkanik meluas ke Aceh Tenggara, Aceh Selatan, Gayo Lues, Bener MEriah, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, dan Kota Lhokseumawe.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Malikussaleh menyebutkan, menurut data terakhir yang dirangkum, debu vulkanik dari letusan Gunung Sinabung memang sudah ada di atas wilayah sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Aceh. Hingga Senin malam, abu tersebut sudah turun ke permukaan tanah.

“Warga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan karena sangat berbahaya bagi pernapasan dan mata,” kata Kepala Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Malikussaleh, Nasrul.

Abu vulkanik di perkebunan kopi Bener Meriah. (Bumoe.id/Fauzan)

Abu vulkanik di perkebunan kopi Bener Meriah. (Bumoe.id/Fauzan)

Dia mengimbau warga agar menggunakan masker dan kacamata untuk melindungi diri. Warga juga diingatkan agar tidak mengucek mata apabila terkena debu. Soalnya, hal itu dapat menyebabkan goresan pada lapisan kornea mata.

“Dalam hal ini, kita mengimbau kepada masyarakat yang beraktivitas di luar rumah supaya menggunakan masker, karena debu tersebut sangat berbahaya untuk kesehatan,” tegasnya.

Nasrul menambahkan, pihaknya akan melaporkan hal tersebut ke otoritas Bandara Malikussaleh, sehingga situasi di bandara dapat disterilkan untuk ditutup sementara dan tidak melanjutkan penerbangan. (*/dtc/*)

Komentar


Artikel Terkait


Tulisan Lainnya