Sinabung, Bukti ‘Ring of Fire’ Pasifik Semakin Aktif?

Erupsi Sinabung, Senin (19/2/2018). (Foto: ist)
Erupsi Sinabung, Senin (19/2/2018). (Foto: ist)

Gunung Sinabung, Senin (19/2/2018) meletuskan abu vulkanik hingga 5 km ke angkasa,  letusan terbesar selama 5 tahun masa aktifnya hingga kini. Muntahan kubah lavanya diperkirakan  mencapai 1,6 juta meter kubik. Seolah taka da habisnya, lahar di inti terdalam Gunung Sinabung.

Sinabung, sebenarnya hanya satu dari tiga gunung berapi yang ‘berontak’ di saat yang sama di Indonesia? Berapa banyak gunung berapi aktif di negeri ini? Setidaknya ada 147 gunung berapi aktif di garis ring of fire, yang terdiri dari 130 ribu pulau di kawasan pasifik.

Letusan Sinabung, debu menutupi lahan pertanian.
Letusan Sinabung, debu menutupi lahan pertanian. (Foto: Reuters)

Dari 147 gunung berapi, 120 gunung dalam status siaga, dan tiga awas yakni Sinabung, Gunung Agung Bali, dan Merapi Jawa tengah. Indonesia tercatat sebagai kawasan vulkanik terpadat dan paling aktif di dunia! Beberapa letusan sejak zaman dulu, menelan korban jiwa, merusak lahan pertanian hingga menimbulkan tsunami (Krakatau).

“Indonesia telah mengalami letusan paling tinggi yang menghasilkan korban jiwa, kerusakan pada lahan subur, lumpur, tsunami, kubah, dan aliran piroklastik,” catat ahli geologi dunia.

Dua dari letusan gunung berapi yang paling dahsyat tercatat dalam sejarah manusia di bumi, selang 70 tahun saha. Tambora, meletus tahun 1815 membuat Pulau Sumbawa terguncang, dan berdampak pada perubahan iklim dunia, khususnya musim dingin yang mencekam di Eropa pada tahun 1816.

Baca Juga: Sinabung Erupsi Besar, Debunya Capai Aceh

Giliran Krakatau meledak dahsyat pada tahun 1883, menewaskan 30-40 ribu orang, dan menimbulkan tsunami di sepanjang pantai Barat dan selatan Pulau Jawa.

Apa itu Ring of Fire Pasifik?

Ring of Fire Pasific, membentang dari pantai barat AS hingag Asia Tenggara, sepanjang 40 ribu km.
Ring of Fire Pasific, membentang dari pantai barat AS hingag Asia Tenggara, sepanjang 40 ribu km. (Dok: Google Image)

Ring of Fire, atau cincin  api Pasifik merupakan garis aktivitas vulkanik dan patahan, yang kerap menimbulkan gempa bumi. Ring of Fire Pasific membentang sepanjang tepi samudera Pasifik, dari Pantai Barat AS sampai  ke Asia Tenggara.

Badan survey geologi AS, USGS menyebut cincin api Pasifik sebagai sabuk Circum-Pacific, zona gempa yang mengelilingi Samudera Pasifik, di mana 90 persen gempa bumi terjadi patahan ini, sepanjang 40 ribu km panjangnya. “Wilayah seismik berikutnya (5 – 6 persen dari gempa bumi) adalah sabuk Alpide (terbentang dari wilayah Mediterania, ke arah timur melalui Turki, Iran, dan India utara).”

Lebih dari 400 gunung berapi ditemukan di cincin api Pasifik, dan 75 persen kini sangat aktif! Kita, hidup di atas kerak bumi yang kini harus menahan luapan lava dari inti bumi. Dan cincin api Pasifik adalah celah yang paling lemah yang terus di desak lava dari inti bumi. Namun, tanpa lahar yang menggelegak di inti bumi, kita tak memiliki kutub magnet dan gelombang elegtromagnetik, yang menahan sinar gamma matahari sehingga manusia bis abertahan di bumi. Semua saling berkaitan, antara jaring kehidupan dan kemusnahan, di muka planet bumi ini. (yan/Express/*)