Seulawah Expedition 3 : Siang Malam Berjibaku di Trek “Neraka”

Memasuki hari ke empat, puluhan unit mobil peserta masih berjuang melintasi trek V “neraka”, yang semula dijadwalkan  bisa dilintasi di hari ke-2. Itupun, para peserta harus berjuang siang malam melintasi jurang 50 meter lalu menuju puncak 60 meter. “Sebagian sampai malam ini ada yang masih berjuang melewati trek V,” ujar Anuar Hamid, atau Nuwe yang juga leader.  Nuwe sendiri sudah mencapai Keumala Dalam, bersama tim  leader Ipay dan Alex, serta tim Jam Gadang Bukit Tinggi.

Para offroader terpaksa menuruni jalur V 50 meter ke dasar jurang, dan naik ke puncak 60 meter bahkan pada malam hari, demi menghemat waktu menuju Keumala Dalam. “Tak ada jalan mundur, kita sudah bertahan di sini satu malam, harus dilintasi,” ujar Ir Nurisman, offroader yang juga Kadis Pertanian Bener Meriah. Ia bersama walikota Langsa sepakat tetap melanjutkan menembus trek neraka itu, walau banyak juga peserta lain — terutama yang di belakang — harus back track, karena terlalu lama mengantri di jalur bejat itu. “Kami di depan, jadi harus maju terus,” ujar Nurisman, yang menaiki unitnya FJ-45 yang sudah dilengkapi berbagai fitur dan alat recovery untuk melalui medan berat.

Unit Vitara tim SJI klontang (terbalik) saat melintasi jalu alternatif menuju Keumala Dalam. Foto dok SJI

Menurut Nuwe, mereka siang tadi sudah menuruni trek curam “jalur gajah” Sumatera, menuju Keumala Dalam. “Sore dan malam ini mungkin beberapa tim menyusul, bila mampu menyelesaikan trek V malam ini,” katanya.  Beberapa peserta masih mengalami trouble pada kendaraannya, namun tak menghentikan mereka untuk melaju terus menuju garis finish Selasa (01/05/2018) besok. “Pak Nurisman bengkok as stiur, namun bisa di atasi. Ada juga peserta lain yang mengalami kendala kecil, namun bisa meneruskan perjalanan,” jelas Nuwe.

Di trek V para offroader berjibaku dan saling bantu untuk melintasi trek. “Satu unit dengan kelengkapan recovery lengkap, winch Warn 8274 dan PTO di bullbar depan,  akan membantu unit lain yang alat recoverynya kurang baik untuk ‘dijambak’ ke atas,” ujar Nuwe.  Hal yang sama dilakukan pada tim Mau Kemana, D-Cab Aceh dan tim Landy (LCRI Aceh), yang akhirnya bisa melalui trek V, pada hari ke empat event Seulawah Expedition 3 ini. “Kita harap besok (Selasa, red) semua tim, baik yang masuk trek V maupun yang melalui jalur alternative sudah berkumpul di Keumala Dalam, dan bisa finish sore hari di Pendopo Pidie,” kata Alex, Ketua IOX Chapter Aceh.

Pak Amik, dedengkot tim Landy (LCRI) tertidur kelelahan menunggu giliran memasuki trek V. Foto : Gibran
Tim Mau Kemana santai makan minum di hari ke dua sambil meunggu giliran masuk trek v. Foto : Gibran

Di luar dugaan, akibat beratnya trek, ekspedisi yang dirancang hanya berjalan siang hari, terpaksa ditempuh siang malam, agar bisa finish tepat waktu, yakni lima hari empat malam. (yan)

Kehadiran para offroader di hari kedua event di Desa Panca Kubu menjadi hiburan tersendiri bagi anak-anak desa. Foto : Gibran