Seulawah Expedition 3: Finish! “Ini Baru Mainan!”

BUMOE 03 Mei 2018
Seulawah Expedition 3: Finish! “Ini Baru Mainan!”
Walikota Langsa, Usman Abdullah di garis finish pendopo Pidie, bersama Bupati Pidie dan peserta lain. Foto dok : IOX Aceh

Banda Aceh – “Ini baru mainan..!” seru driver tim Jam Gadang Bukit Tinggi, usai menyelesaikan trek V neraka sedalam 50 meteran dan naik 60 meteran yang melelahkan. Mereka kemudian memasuki garis finish di pendopo Bupati Pidie, bersama peserta Seulawah Expedition 2018.

Para peserta luar lain, seperti Jokowi yang menggunakan sepeda motor (biker), mengaku puas dengan trek V. “Ini trek surge dan nereka. Baru kali ini saya menjumpai trek kayak gini,” katanya. “Seru!” tambah biker Jogya itu.

Panitia pun membagi-bagikan award, seperti Walikota Langsa Usman Abdullah (Toke Sue-uem), dan Kadis Pertanian Bener Meriah, Ir. Nurisman, yang mendapat award “The Best Participant”. “Mereka setia memasuki seluruh trek dari awal sampai finish,” puji tim leader, Ipay Fadzilla.

Tim Landrover Aceh sedang bersiap-siap turun dan naik trek “neraka” V. Semua kemampuan alat recovery (winch) dikerahkan. (Foto: Dedy Mulyadi)

Muhammad Taufiq dinilai menjadi navigator terbaik, karena membantu “menaikkan” 5 unit mobil di belakang leader, termasuk unit tim Jam Gadang, Bukit Tinggi. Sementara driver yang juga co-leader, Anwar “Nuwek” diberi award sebagai driver terbaik dan “tabah”. “Karena sejak survey, 5 kali terbalik tapi tetap melanjutkan survey. Saat event juga jadi driver pertama yang membuka jalan di trek V,” ujar Ipay.

Ia mengatakan bukan hanya leader yang menilai, tapi dalam tim ada juga Wakil Ketua IOF, Hendrik Badu, yang ikut serta. “Beliau tokoh dan founder IOF, banyak kita dan trik melintasi jalur kita peroleh dari beliau,” tambah Ipay.

“Ini jalur gajah sebenarnya, dan trek ini 80  hutan hujan asli—rain forest—yang mengawali pegunungan Bukit Barisan hingga ke Tengah Pulau Sumatera,” ujar ‘Alex’ Musni Haffas, panitia event yang juga Ketua IOX Chapter Aceh. Beberapa unit mengalami kerusakan, namun hanya kerusakankecil Sementara unit yang melintasi jalur alternative justru mengalamai banyak “cobaan”. Ada yang terguling seperti yang dialami tim SJI (Suzuki Vitara), dan Sabanag (L200 Strada). “Kami lepas ban bang, makanya meluncur dan terbalik,” ujar Dedi, navigator tim Sabang.

Tim Sabang dnegan L-200 Strada lepas ban, terguling dan velg bengkok. (Foto: Dedi)

Menurut Faisal Miruek, jalur alternative banyak berubah, turunan sepanjang 6 kilometer sangat licin, menjepit ban ekstreem sehingga ban bisa lepas dari velg. “Bahkan velg bisa bengkok seperti dialami tim Sabang. Tapi akhirnya bisa finish juga,” katanya lega. Tim roda dua Sabang, Fadil dan Deni harus puntang panting menyeimbangkan motor mereka, bahkn berkali kali jungkir balik ke belakang. “Tanjakan curam turunan juga tajam. Trek ini kayaknya sudha berubah dari IOX 2013 lalu. Jauh lebih extreme,” ujar Fadil. Pada akhirnya, semua selama dan gembira menikmati “permainan” jalur Pegunungan Seulawah, yang menyimpan sejuta pesona, sekaligus ganas  hingga suasana mistis.(yan)

Komentar


Artikel Terkait


Tulisan Lainnya