Setelah 14 Tahun, Puluhan Kerangka Korban Tsunami Ditemukan

BUMOE 19 Des 2018
Setelah 14 Tahun,  Puluhan Kerangka Korban Tsunami  Ditemukan
Korban tsunami 2004 ditemukan di Kajhu. Foto dok wa/Eko Tri

Aceh Besar – Sbanyak 46 kerangka korban tsunami 26 Desember 2004 lalu, ditemukan pekerja saat menggali sumur septic tank, di Desa Lamseunong, Kajhu, Aceh Besar, Rabu sore (19/12/2018). Temuan seminggu menjelang peringatan tsunami ke 14 ini sontak mengejutkan warga.

Menurut seorang warga, pertama ditemukan satu kerangka dalam kantong plastik hitam, saat pekerja menggali septic tank, Selasa (18/12/2018). Setelah digali kembali ke-esokan harinya, ditemukan kembali banyak kerangka dalam kantong, sehingga total ada 46 kerangka jenazah.

Kepala Dusun Lamseunong, Kajhu, M Isa mengaku lokasi penemuan jenazah itu tadinya merupakan kuburan massal, namun tidak ada yang tahu, sampai dibangun perumahan di kawasan tersebut. “Tidak ada yang tau di lokasi itu ada kuburan tsunami,” katanya.

Kerangka dikafankan untuk dikebumikankembali. foto dok istagram

Beberapa jenazah masih bisa dikenali, dan telah diberitahu pada keluarganya. Salahsatunya Sri Yunida SH, istri Kepala Bagian Humas Pemko Banda Aceh, Taufik Alamsyah. Pada kerangka Jenazah ditemukan SIM dengan nama pemilik Sri Yunida SH, tempat tanggal lahir Sei Karang, 8 Juni 1967.  Mereka saat tahun 2004 lalu memang tinggal di perumahan Kajhu. Taufik kemudian menjemput jenazah istrinya.

Seluruh jenazah korban tsunami itu akan dikafankan. Setelah itu akan dikuburkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) di belakang LP Kajhu, kecuali jenazah almarhum Sri Yunida, yang dikebumikan di Desa meunasah papeun, Ulee Kareeng.  “Ini sesuai dengan kesepakatan perangkat gampong, yang tidak dikenali kita kebumikan di pemakaman umum,” jelasnya. (yan/**)

Komentar


Artikel Terkait


Tulisan Lainnya