Semakin Banyak Percaya Bumi Datar, Anda?

Ilustrasi bumi datar (bumoe.id)
Ilustrasi bumi datar (bumoe.id)

Para Ilmuwan sepakat: Bumi bulat! Bahkan bumi bulat telah diyakini sejak 200 tahun sebelum Masehi, pada peradaban Yunani kuno. Astronom ulung, Nicolaus Copernicus telah menghitung secara matematis, dan membuktikan bumi bulat, tahun 1543 lalu.

Namun semakin banyak selebritis, hingga orang terkenal, percaya bumi ini datar. Sebut saja sejumlah artis, hingga atlit cricket Inggris, Andrew ‘Freddie’ Flintoff. Ia percaya bumi ini datar. “Coba naik helikopter lalu hovering, mengapa bumi di bawah kita tak bergerak?” tanyanya. Lalu, ia menyebut air laut yang tak tumpah, bila bumi bulat. Entah ia serius, atau sedang melucu.

Tahukah Freddi bahwa sistim navigasi di pesawat terbang—dan helikopter memiliki sistim komputer yang mematok data kalibrasi bahwa bumi ini bulat? Robbie Davidson, seorang ilmuwan, sampai membuat konvensi untuk membuktikan bumi ini bulat. “Kita akan undang para artis ini naik pesawat dengan kalibrasi bumi datar, kita akan lihat reaksi mereka,” ujarnya .

Shaquille O’Neal, mantan pemain basket profesional Amerika dan rapper, juga penganut bumi bumi datar. “Saya berkendara dari Florida ke California sepanjang waktu, dan ini datar bagi saya,” katanya, sederhana.

Shaquille O’Neal, salahsatu selebriti yang percaya bumi datar. (Google Image)

Rapper AS lainnya, Bobby Ray Simmons Jr, juga penganut bumi datar. Bintang-bintang rap, kriket dan artis sinetron tampaknya begitu ragu bumi ini bulat.  Ide bumi datar di barat sebenarnya dimulai dari seorang pendeta, tahun 1838, Samuel Birley Rowbotham, yang percaya Bumi hasil dari tindakan ilahi yang spesifik, dan datar sesuai isi kitab.

Pada tahun 1870, seorang pendukung bumi datar bernama John Hampden, mempertaruhkan dana  sebesar £ 500 (sekarang nilainya Rp 1 milyar lebih) pada siapa yang bisa membuktikan bumi itu bulat.

Adalah Alfred Russel Wallace, seorang surveyor dan ilmuwan terkemuka yang menerima tantangan tersebut. Dia tahu bahwa Rowbotham mengklaim bumi datar akibat ilusi optik yang disebabkan oleh fenomena yang dikenal sebagai ‘pembiasan atmosfer’.

Ilusi terjadi karena kepadatan udara bervariasi di seluruh atmosfer dan bisa menyebabkan cahaya melewatinya untuk mendapatkan ‘bengkok’. Efek lentur ini bisa ‘membuat’ gambar 2D di horizon tampak berbeda.

Wallace kemudian mencoba menghilangkan refraksi atmosfer, dan bisa meyakinkan bahwa tampilan horizon menunjukkan bumi itu bulat dan bumi sedang bergasing. Dan ia memenangkan taruhannya.

Percobaan tersebut masuk majalah olahraga The Field, waktu itu. Namun banyak juga yang menola menerima hasilnya, mengklaim Wallace telah menipu. Hampden menolak membayar penuh, dan ia masuk penjara. Namun kemudian pengadilan memutuskan taruhan itu tidak sah, dan Wallace harus mengembalikan uang hampden.

Salah satu pendukung Hampden, Lady Elizabeth Anne Blount, seorang penganut Kristen dan vegetarian taat, mendirikan Universal Zetetic Society untuk membuktikan bumi itu datar.

Perseteruan bumi datar dan bulat terus terjadi dari dulu, hingga kini. Apalagi, era internet semuanya begitu terbuka untuk didebatkan.

Pada tahun 2004, perkumpulan penganut bumi datar membuka forum tanya jawab di situs mereka. Banyak anggota di sana, terdiri dari orang biasa, agamawan, hingga artis dan pejabat.  Sejak adanya media sosial, kelompok ini semakin berkembang. Kini, ada lebih 200 ribu pengikut grup bumi datar ini.

Apalagi, banyak klaim ilmuwan yangdianggap menipu. Misalnya tahun lalu, 52 persen warga  Inggris tidak percaya misi Apollo 11 sampai di bulan. “Pendaratan—di bulan—palsu,” kata mereka.

Astronot Apollo Harrison Schmitt, yang menginjakkan kaki di bulan pada tahun 1972, menanggapi secara filosofis: “Taka da guna berdebat dengan orang yang menolak fakta sejarah,fakta sains dan teknologi, hanya membuang waktu,” ujarnya. Ia justru kasihan, dan menilai mereka gagal dengan pendidikan mereka.

Penganut bumi datar percaya, NASA memalsukan semua gambar pendaratan bulan dan bumi yang dilihat dari luar angkasa. Bahkan mereka mengejek dampak global warming yang gemar dipublis para ilmuwan. “Kita tak bisa lagi ditipu di era terbuka ini,” ujar Freddie.

Elon Musk, sempat mengejek para bumi datar dengan foto planet Mars yang bulat. “Mengapa planet mars tak rata ya,” kicaunya di twitter.  Para pengagum bumi datar berdalih, Mars berbeda dengan bumi.

Mereka ingin bepergian lebih jauh, ingin membuktikan bumi ini datar. Bahkan Mike Hughes (61), dari California, bulan lalu ingin meluncurkan roket bertenaga uap buatannya, untuk terbang ke luar angkasa, untuk membuktikan bumi ini datar. Tapi sayang, roketnya gagal terbang.

Rencana serupa sedang disiapkan oleh Darrell Fox, dari Portland, Oregon, pemimpin kelompok Facebook Bumi datar. Dia bertujuan untuk mengirim kamera pada balon ketinggian, untuk membuktikan bumi ini datar. Sayang, ia kesulitan secara finansial, karena dana yang terkumpul tidak cukup.

Di internet, siapa pun bisa mengklaim apapun, dan bahkan teori konspirasi yang paling ekstreem sekalipun, memiliki penggemar tersendiri. Bagaimana dengan Anda..? (DM/*)