Sadarlah! Ras Manusia Kini Makan Plastik!

Manusia konsumsi plastik. (Gambar Reuters)
Manusia konsumsi plastik. (Gambar Reuters)

Sebuah kresek dan potongan plastik, beberapa waktu lalu ditemukan di ujung paling jauh, serta di laut paling dalam di muka bumi, Kutub Utara.

Kehidupan sekarang tak bisa lagi dipisahkan dari plastik. Manusia, secara sengaja atau tidak, telah mengkonsumsi—bahan—plastik selama hidupnya. Ada temuan WWF yang dibuat grafis mengejutkan oleh Reuters.

Studi menggabungkan data ini bagian dari 50 studi tentang konsumsi mikroplastik oleh manusia. Studi menunjukkan, konsumsi semakin besar di negara negara berkembang, di mana pemerintah tidak ambil peduli atas perilaku dan pola makan rakyatnya.

Studi menunjukkan, setiap minggu, seorang manusia mengkonsumsi hampir 2.000 potong plastik kecil. Ini sama dengan 5 gram, atau seukuran kartu kredit/ATM, dan kira-kira sama beratnya dengan tutup botol plastik.

Sepiring plastik. (Gambar Reuters)
Sepiring plastik. (Gambar Reuters)

Menurut studi WWF, rata-rata orang berpotensi mengkonsumsi 1.769 partikel plastik per minggu, itu dari air saja. Studi ini juga menemukan bahwa 182 partikel dikonsumsi melalui kerang, 11 dari garam dan 10 dari bir, per minggu—sehingga mencapai total 1.972 atau hampir 2000 seminggu!

Sebulan, seorang manusia setidaknya mengonsumsi 21 gram plastik, kira-kira sama dengan satu mangkuk kecil nasi. Kelihatannya berlebihan? Memang, belum ada studi kesehatan yang mengkaji dampak menelan plastik berukuran mikro dan nano pada kesehatan manusia.

Baca artikel Kesehatan lainnya: Statin, Obat Penurun Kolesterol yang Kontroversial

Satu sendok plastik. (Gambar Reuters)
Satu sendok plastik. (Gambar Reuters)

“Tapi kalau keracunan itu pasti, walau dampaknya tidak kelihatan atau lama prosesnya,” kata Thava Palanisami dari Universitas Newcastle Australia, yang bekerja pada studi WWF itu.

Lalu bila diakumulasikan setahun, plastik yang kita telah bisa 250 gram, atau seperempat kilogram, seukuran satu mangkok nasi besar. “Memang memprihatinkan,” katanya. Apalagi, produksi plastik telah melonjak dalam 50 tahun terakhir. Produk sekali pakai plastik memang murah, namun dampaknya akan sangat besar bagi lingkungan, akibat sulit terurai.

Makan plastik. (Gambar Reuters)
Makan plastik. (Gambar Reuters)

Walau terurai dalam waktu lama, ia tetap akan menjadi potongan-potongan kecil, dan akhirnya berakhir di mana-mana, termasuk dalam rantai makanan. Bahkan udara yang kita hirup, juga mengandung mikroplastik, khususnya di daerah perkotaan.

Direktur Jenderal WWF International Marco Lambertini mengatakan, untuk mengatasi hal ini dibutuhkan peran pemerintah. “Plastik tidak hanya mencemari lautan dan saluran air kita dan membunuh kehidupan laut itu ada di kita semua dan kita tidak bisa lepas dari mengkonsumsi plastik,” katanya mengingatkan.(yan/Dailymail)