Rusia VS Ukraina : Pasukan Rusia Mundur dari Kherson

Pasukan Rusia mundur melalui tepi  Sungai Dnipro, sejak Jumat kemarin (11/11/2022), menyusul kekalahan militer besar bagi Kremlin.  Sebagian penduduk Kherson  menyambut gembira masuknya pasukan Ukraina ke kota itu.

photo 2022 11 11 17 30 50 2
Sebagian warga Kota Kherson menyambut pasukan Ukraina. Foto dok : The Moscow News

Kherson – Pasukan Rusia mundur melalui tepi  Sungai Dnipro, sejak Jumat kemarin (11/11/2022), menyusul kekalahan militer besar bagi Kremlin.  Sebagian penduduk Kherson  menyambut gembira masuknya pasukan Ukraina ke kota itu.

Kherson sempat direbut Rusia, selama perang yang berlangsung sembilan bulan di wilayah itu. Tidak seperti  mundurnya pasukan Rusia di Ukraina timur baru baru ini, penarikan mundur dari Kherson lebih “mulus”. Pasukan Rusian meledakkan  Jembatan Antonivskyi di atas Dnipro, Jumat malam, lalu pasukan infantry melintasi  jembatan ponton pada dini hari tadi.

42341341331
Pasukan Rusia mundur melalui Sungai Dnipro. dok : Moscow Times

“Hari ini adalah hari paling bahagia untukku! Saya tidak tidur semalaman,” kata seorang warga Kherson, yang minta dirahasiakan namanya. “Tidak ada yang lebih baik daripada menonton russkies berlutut,” katanya kepada The Moscow Times.

Penarikan penuh pasukan Rusia terjadi kurang dari 48 jam, setelah Menteri Pertahanan Sergei Shoigu memerintahkan mundur. Ini merupakan salah satu pembalikan medan perang terbesar Kremlin sejak meluncurkan invasi skala penuh ke Ukraina, akhir Februari.

Hari Sabtu (12/11/2022), bendera Ukraina dikibarkan di atas gedung administrasi di Kherson, mobil membunyikan klakson, poster pro-Rusia dirobohkan, dan penduduk setempat menyambut tentara yang datang.

Sementara Presiden Vladimir Putin belum  mengomentari ditariknya pasukan dari Kherson. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan Kherson masih merupakan wilayah Rusia. “Ini adalah subjek dari Federasi Rusia. Tidak ada perubahan dalam hal ini dan tidak mungkin ada perubahan, Kherson tetap milik kami,” kata Peskov.

Usai ditinggalkan pasukan Rusia,  kota Kherson telah mengalami gangguan  pasokan listrik dan air, dan warga tidak dapat mengakses internet atau jaringan seluler.  Kota, yang memiliki populasi sebelum perang hampir 300.000, telah menjadi fokus perlawanan pasukan Ukraina dengan menyerang  jalur pasokan Rusia di Dnipro, membuat posisi pasukan Rusia semakin lemah di wilayah itu.  Pasukan Ukraina menggunakan alutsista bantuan Uni Eropa dalam serangan itu. (yan/moskow times/*)