Ribuan Pilot Menganggur, Sekolah Pilot Dihimbau Merger

BUMOE 17 Okt 2017
Ribuan Pilot Menganggur, Sekolah Pilot Dihimbau Merger

Seribuan pilot muda diketahui menganggur,  tidak terserap di industri penerbangan. Akibatnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan membatasi jumlah sekolah pilot.

“Saat ini, ada 21 sekolah pilot swasta. Satu sudah kami tutup karena nggak perform,” kata Dirjen Udara Kemenhub Agus Santoso pada  detikcom, Senin (16/10/2017).

Bila saat ini ada 20 sekolah pilot, dan masing-masing meluluskan 50 pilot per tahun, maka per tahun ada 1.000 pilot baru dengan jam terbang antara 150-200 jam. Sementara rekrutmen pilot terbatas, itupun dengan kualifikasi jam terbang yang tinggi. Akibatnya, banyak yang tak lolos bekerja di airlines. Padahal, sekolah pilot butuh biaya yang tak murah, antara 500 juta sampai di atas Rp 1 milyar per-orang.

Untuk membatasi jumlah lulusan pilot, Kemenhub bermaksud membatasi sekolah pilot. Tidak memberikan izin sekolah pilot baru, dan mendorong 20 sekolah itu merger alias bergabung. “Atau kami syaratkan bila menerima siswa harus punya kontrak dulu dengan maskapai penerbangan, sehingga begitu lulus langsung bisa bekerja,” tutur Agus.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemenhub Djoko Sasono mengatakan, pihaknya sudah melakukan moratorium atau penghentian sementara program pilot D2 di Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug, satu-satunya sekolah pilot milik pemerintah di bawah Kemenhub.

“Kami akan evaluasi dan upgrade kurikulum. Pernah kami ingin salurkan menjadi Penerbad (Penerbang Angkatan Darat), tapi ternyata yang dibutuhkan D3,” jelas Djoko.

Selain melakukan upgrade kurikulum, STPI juga akan menyediakan simulator pesawat multiengine.

“Beberapa airlines membutuhkan pilot dengan keahlian multiengine, nah itu yang masih kurang. Kami punya beberapa pesawat multiengine, kami nanti juga dengan sekolah pilot swasta akan menentukan standarisasi sesuai dengan ICAO (Organisasi Penerbangan Sipil Dunia-red) model force sehingga bisa mencetak calon pilot yang bagus,” katanya.

BPSDM Kemenhub juga akan meningkatkan kemampuan para lulusan pilot pemula ini. “Salah satunya tes kembali pilot-pilot ini, kami ambil top 200-300 orang untuk ditambah keahliannya, baru ditawarkan ke airlines,” jelas Djoko. (dtc/*)

Komentar


Artikel Terkait


Tulisan Lainnya