Rabi Yahudi Ditikam Di New York

Ilustrasi. (Pixabay.com)
Ilustrasi. (Pixabay.com)

New York City – Seorang Rabi (pemuka agama) Yahudi diserang saat sedang merayakan Hanukah di sinagognya, Sabtu (Minggu pagi WIB, 29/12/2019). Selain Rabi, lima orang jamaah ikut ditikam, sebelum penikam melarikan diri dengan sepeda motor.

Ini serangan terbaru atas orang yahudi di New York City, AS, menyusul pembantaian di sebuah kedai kosher (halal) di New Jersey, awal Desember 2019 lalu. Polisi New York menyatakan serangan terjadi Sabtu malam, pukul 22.00 (Minggu pukul 10.00 WIB), di Monsey, dekat jembatan Hudson. “Kami telah menemukan identitas motor penikam. Para korban sudah dibawa ke rumah sakit beberapa saat setelah kejadian,” ujar Ramapo Brad Weidel, Kepala Polisi Kota New York.

Penikaman itu menarik perhatian pejabat tinggi AS, mulai Gubernur Andrew Cuomo,  hingga Jaksa Agung  Leticia James. “Kita mengutuk serangan dari pengecut ini. Tidak ada maaf bagi perlakuan tak berperikemanusiaan seperti ini,” ujar Leticia.

Polisi New York bergerak cepat. (Foto: Reuter/Express)
Polisi New York bergerak cepat. (Foto: Reuter/Express)

Monsey berjarak sekitar satu jam di utara Kota New York. Dewan Urusan Publik Yahudi Ortodoks untuk wilayah Lembah Hudson mengatakan, penikaman semula terjadi  di rumah seorang rabi bernama Hasid, saat merayakan pesta Hanukkah. Namun pejabat local mengatakan penikaman terjadi di Sinagog (rumah ibadah Yahudi), yang bersebelahan dengan rumah sang rabi.

Sabtu adalah malam ketujuh Hanukkah dalam ibadah Yahudi ortodok. Gubernur Cuomo,  juga menyebut  penikaman sebagai “tindakan pengecut”, dan mengarahkan kepolisian untuk menuntaskan kasus tersebut.

Menkopolhukam Wiranto Ditusuk Anggota JAD Bekasi

“Anti-Semitisme dan kefanatikan dalam bentuk apa pun bertentangan dengan nilai-nilai inklusi dan keragaman kita dan kita sama sekali tidak memiliki toleransi terhadap tindakan kebencian semacam itu,” ujarnya.

“Di New York kami akan selalu berdiri dan berkata dengan satu suara kepada siapa saja yang ingin memecah belah dan menyebarkan ketakutan: Anda tidak mewakili New York dan tindakan Anda tidak akan dibiarkan begitu saja.” Kata Weidel.

Namun kepala polisi New York itu menolak menyebutkan adanya tersangka yang telah ditahan maupun motiv penyerangan. Kondisi ke lima korban juga belum diketahui, namun mereka telah dilarikan ke rumah sakit.

Sikap anti semit dan kekerasan terhadap kaum Yahudi meningkat di New York dan Amerika  Serikat umumnya, pada tahun 2019 ini.(Express.UK/*)