PRU 14 Malaysia : Nasib Malaysia Dipertaruhkan!

BUMOE 08 Mei 2018
PRU 14 Malaysia : Nasib Malaysia Dipertaruhkan!
KLCC Kuala Lumpur. Foto dok : Gibran

Awal tahun 2013, Ismail (45), seorang sopir teksi yang membawa saya dari pusat kota Malaysia ke LCCT berbicara begitu bersemangat. “Dr Anwar akan menang!”  katanya. Ia mengaku akan menjadi sopir pribadi Datok Anwar kembali, bila Pakatan menang. Ia mengeluhkan nasibnya, dengan tiga anak, harus pontang panting mencari RM 3000 sebulan. “Itu minimal. Kerap pendapatan kurang, makan pun sosah,” keluhnya.

Apalacur, Anwar malah masuk jeruji, Najib – walau hanya mampu meraih 47   suara – namun Barisan Nasional (BN) meraih 77 dari 114 kursi parlemen, dan menjadi mayoritas.  Saat itu memang banyak kejanggalan PRU 13, namun “rakyat Malaysia kenyang, jadi tak begitu ricuh berpolitik”. “Baju kuning” pun surut, dan “baju merah” menguasai Malaysia.

Tak hanya Ismail, seorang sopir taksi etnis China menunjuk polisi yang berada di bawah jembatan layang. “Raswah di Malaysia semakin merajalela,” ujarnya. Polis, kerap dicibir karena “gemar” pungli.   Di pemukiman etnis China – umumnya perkotaan — , Najib memang kalah telak. Itu sebabnya, dalam PRU 14, 30 persen pemilih kalin ini justru berasal wilayah desa yang beretnis Melayu, yang akan memperbsar kans Najib dan BN untuk menang. “Kalangan ini bisa disogok dan kental semangat militansi kemelayuan dan ke-Islaman. Pasti akan memilih BN,” ujar pengamat politik Malaysia. Najib bahkan menjanjikan 3 juta lowongan kerja baru bagi rakyat desa.

Tun Mahathir Mohammad, “Bapak Pembangunan Malaysia”, Harapan “Pakatan Harapan”. Foto dok Google

PAS, kali ini tidak berkoalisi dengan Pakatan, dan dijangka akan menggerus suara Pakatan sehingga Najib boleh menang. Media umumnya juga dikuasai pemerintah, dan dikontrol ketat. HOAX juga dikontrol di media sosial, dan dapat dihukum penjara, seperti di Indonesia. PRU 14 yang seharusnya berlangsung bulan Oktober, dimajukan 9 Mei 2018 setelah Najib membubarkan Parlemen awal April lalu. Ini diduga juga berkaitan dengan akan bebasnya Anwar Ibrahim pada Juni mendatang, yang dikhawatirkan Najib bisa memperburuk situasi Pilihan raya. “Pakatan tak punya juru bicara kampanye yang brillian lagi,” kata pengamat. Pertumbuhan ekonomi Malaysia juga terjaga, walau tidak signifikan, di angka 5,9-6,1  persen.

Pakatan Harapan hanya bisa mempertaruhkan harapan pada Tun M, “Bapak Pembangunan Malaysia”, yang meski dalam usia 93 tahun tetap bersemangat, karena menilai Malaysia di bawah Najib telah salah jalur dalam membawa “kapal” Malaysia. “Ini kapal dibawa Lanun tak tahu ke mana. Kita harus rebut kembali kapal ini,” ujar Dr Mahathir.  Kalangan Pakatan Harapan mengkhawatirkan kecurangan PRU 14 kali ini, seperti tahun 2013 lalu. Bukti penggerebegan buruh illegal Bangla, Indonesia dan Filipina – umumnya Bangladesh — yang memegang IC untuk ikut PRU 14 mendukung dugaan mereka. “Kita buat tsunami (politik) kali ini, tapi pemegang kuasa juga punya 1001 cara jahil untuk memenangi PRU,” keluh seorang pendukung Pakatan Harapan. Masyarakat Malaysia di luar gencar melakukan serangan kepada Najib, dan menginginkan perubahan. Mereka menilai skandal 1MDB  dan pembangunan jalur kereta api KL-Singapura yang dibiayai China alat Najib memperkaya diri, dan sangat merugikan Malaysia. Gerakan warga ini mulai melakukan demo-demo di London, dan berbagai negara di Eropa dan Australia.

Demo menentang Najib di London. dok : google

Malaysia menjadi penting bagi kita, karena batas wilayah yang amat dekat, bahkan Kuala Lumpur lebih dekat (dan murah) dari Jakarta. Kita berharap PRU 14 Malaysia berlangsung aman, damai dan membawa angin perubahan yang baik bagi Malaysia. “Biar kita bisa berobat ke Penang atau berwisata ke berbagai negara ASEAN via Kuala Lumpur dengan murah dan mudah”. Bagi sebagian pekerja, Malaysia juga jadi tumpuan harapan tersendiri. Namun, rakyat Malaysia kini mengeluh pada pajak, khususnya GST — yang tinggi, serta bagi turis juga dikenakan pajak, hingga pajak hotel antara 10-30 ringgit Malaysia semalam, di luar harga hotel! (Marhiansyah)

Komentar


Artikel Terkait


Tulisan Lainnya