Presiden AS : Trump atau Joe Biden?

Washington – Pemilu Presiden AS 2020  kali ini tidak saja membuat ketar ketir dua capres, tapi juga seluruh rakyat AS bahkan dunia. Pasar saham stagnan dan semua pelaku ekonomi dunia menunggu kabar siapa presiden AS 2020-2024.

Politisi Demokrat Joe Biden sejauh ini unggul dengan 264 electoral vote (EV), tinggtal 6 EV lagi menuju gedung putih. Namun Trump masih belum menyerah, dan menyusul dengan 214 EV, sembari menggungat proses pemilu di beberapa Negara bagian, seperti Minnesota dan Georgia.

Biden menang di hamper semua negara bagian yang “dikuasai” Partai Demokrat, kali ini ditambah dua Negara bagian baru,  Wisconsin dan Michigan. Untuk menang menjadi Presiden AS ke 46, para capres ini harus mengantongi 270 EV. Sementara Trump menang di jalur tengah dari selatan (Texas) ke utara (North Dakota) yang dikenal sebagai kawaswan konservatif pendukung Partai Republik.

dok : AP

Masih ada tiga Negara bagian yang masih dalam proses penghitungan, yakni Pennsylvania, Arizona dan Georgia, dengan jumlah EV yang sangat menentukan kedua calon presiden AS ini.

Di Georgia, Biden disalip Trump selain Presiden petahanan itu mengumumkan timnya telah mengajukan gugatan di negara bagian, dengan tudingan partai Demokrat telah mengakali  53 surat suara untuk memenangkan Biden.

“Kami tidak akan mengizinkan orang orang Demokrat mencuri surat suara  Presiden Trump untuk memenangkan calon mereka,” kata Wakil Manajer Kampanye Trump, Justin Clark.  Hasil akhir di Georgia diharapkan akan diumumkan Kamis malam (5/11/2020), dnegan hasil sementara Trump memimpin dengan 49,9 persen suara, sementara Biden memiliki 48,9 persen.

Tim kampanye Trump juga melakukan gugatan di Michigan dan beberapa Negara bagian lain, yang menuding democrat bermain mengubah surat suara. Hasil akhir semakin sulit ditebak, namun Joe Biden yakin akan memenangkan pertarungan dan siap menuju Gedung Putih. (yan/***)