Pisau Beracun Bunuh Polisi?

BUMOE 12 Mei 2018
Pisau Beracun Bunuh Polisi?
Kapolri melayat anggota polisi korban pembunuhan tahanan teroris. Foto : dtc

Jakarta – Tendi Sumarno (23) menikam Bripka Fence dengan pisau, di area Mako Brimob, Depok, Jawa Barat, Jumat (10/05/2018) kemarin. Bripka Frence gugur, namun Tendi juga meninggal di rumah sakit usai ditembak rekan Fence yang juga hendak ditikam tersangka.

Kejadian bermula Kamis (10/05/2018) pukul 23.40 WIB tengah malam, Frence yang bertugas jaga melihat sesosok pria mencurigakan mengamati Mako Brimob. Ia mengamati lelaki itu hingag dua jam, sebelum Jumat dinihari, minta Briptu Gustriuce dan Bripka Rahmad Muin untuk menemui pelaku.

“Saat diamankan, dilakukan penggeledahan terhadap orang yang mengaku bernama TS, baik di badan maupun tas. Namun tak ditemukan apa-apa,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto.

Tendi lalu dibawa ke salah satu ruangan di area Mako Brimob dengan sepeda motor. “Saat tiba di kantor dan akan masuk ruangan, TS mengeluarkan pisau yang ternyata disimpan di bawah alat kemaluannya,” jelas Setyo.

Tendi kemudian mengejar Frence dan menikam bagian perut sekitar pukul 02.29 WIB. Usai menikam, ia berbalik dan menyerang Briptu Gustriuce. Ia kemudian ditembak Gustriuce. Frence kemudian dinyatakan meninggal dunia saat dibawa ke RS.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan senjata tajam yang digunakan Tendi diduga beracun. Dugaan adanya racun masih diperiksa pusat laboratorium forensik Polri.

“Bukan menusuk ya, sebetulnya menyabet. Beda, menusuk itu tajam ke dalam, ini menyamping. Luka tidak terlalu besar ya, tapi diduga ada racun. Kemudian temannya yang lain langsung menembak, ini boleh, ancaman mematikan tembak, sehingga yang bersangkutan meninggal,” ujar Kapolri.

“Ini luka yang sangat kecil. Kemungkinan besar ini beracun, ini sedang diperiksa Puslabfor,” tegasnya. Tito sempat memberikan penghormatan terakhir untuk Frence yang dimakamkan di Mako Brimob. Kapolri menyampaikan duka cita dan mendoakan Almarhum.

Polisi kini menyelidiki keterkaitan TS, dengan empat teroris yang ditangkap di tambun, Bekasi, yang hendak menyerang Mako Brimob. Keempatnya adalah RA, JG, AM dan HG. RA meninggal dunia dalam perawatan,  karena melawan polisi yang menangkap, sedangkan JG masih dalam perawatan di RS Bhayangkara.  (dtc/*)

Komentar


Artikel Terkait


Tulisan Lainnya