Perkosa 159 Pria, WNI di Inggris Dihukum Se-umur Hidup!

Reynhard, 36 tahun.(Instagram)
Reynhard, 36 tahun.(Instagram)

Manchester – Reynhard Sinaga, 36 tahun, WNI yang tinggal dan belajar di Manchester, Inggris jadi berita heboh di Inggris. Ia disebut sebagai monster, predator setan, karena memperkosa 159 pria! Lelaki yang tinggal di sebuah apartemen ini dijatuhi hukuman se-umur hidup karena aksi kejinya.

Ia kuliah di Inggirs, sudah lulus namun enggan kembali ke Indonesia, karena bila pulang, ia akan dikawinkan orangtuanya, Saibun dan Normawaty. Konon, ayah ibunya itu—yang disebut kaya raya—tidak tahu anaknya seorang gay.

Baca Juga: Apa itu LGBT? Sebab dan “Obatnya”?

“Ayahnya sangat kaya,” kenang seorang temannya. “Mereka memiliki rumah besar di pusat kota Jakarta. Dia sering cerita punya banyak pelayan dan sopir, dan mobil pribadi yang mewah,” sebutnya.

Reynhard dan kedua orangtuanya, Saibun dan Normawaty. (Dok: keluarga/Dailymail)
Reynhard dan kedua orangtuanya, Saibun dan Normawaty. (Dok: keluarga/Dailymail)

Reynhard menikmati gaya hidup Manchester yang liberal dan toleran, dan tidak pernah menyembunyikan orientasi seksualitasnya saat tinggal di Inggris. Temannya itu mengaku sering melihat Reynhard ‘berkencan’ dan ‘banyak tidur juga’ dengan rekan gay-nya.

‘Keluarganya sangat kaya sehingga dia tidak pernah bekerja dan dia akan selalu keluar tiap malam minggu dengan orang yang berbeda.”
Reynhard, yang akrab dipanggil Rey, datang ke Inggris sebagai mahasiswa pada tahun 2007, saat ia berusia 24 tahun. Dia menyelesaikan master dalam perencanaan di Universitas Manchester, kemudian melanjutkan studinya di institusi yang sama dengan mengambil gelar master lain dalam sosiologi, lulus pada tahun 2011 .

Setelah ini, ia mendaftar untuk PhD dalam bidang geografi di Universitas Leeds, secara teratur pergi ke sana untuk mengawasi tesisnya, berjudul ‘Seksualitas dan transnasionalisme’. Universitas Leeds kemudian menangguhkan tesisnya dan men-DO Reynhard, usai penangkapannya tahun 2017.

Ia pria taat, sering ke gereja. Gerejanya adalah St Chrysostom’s, sebuah gereja Anglikan liberal di Rusholme, sekitar satu mil dari flatnya. Di sinilah ia berkenalan dengan dua pria gay yang lebih tua, yang kemudian ia sebuat “orangtua angkat gay-nya”.

Reynhard berpakaian badut. (Instagram)
Reynhard berpakaian badut. (Instagram)

Ia kemudian menjadi “haus”, dan setiap malam mulai mencari pria gay yang lebih muda. Modusnya si pria diajak ke apartemennya, diberi minuman wine hingga mabuk, dan memperkosanya!

“Ia selalu membawa anak muda yang berbeda ke flatnya, bicara hal hal biasa, lalu minum, dan membiusnya sampai tidak sadar,” ujar temannya. Aktivitasnya semakin liar sejak tahun 2015 hingga 2017, puluhan hingga ratusan pria muda berbeda berhasil diajak masuk ke flatnya.

Ia ditangkap tahun 2017, setelah seorang korban sadar di tengah perkosaan, dan memukulnya. Ia lari melapor polisi. Polisi kemudian menemukan banyak bukti, termasuk CCTV kelihaian Reyhard memerangkap korbannya.

Dalam persidangan, Hakim Goddard mengatakan Reynhard tidak menunjukkan penyesalan. “Kami melakukannya atas dasar suka sama suka,” bela Reynhard. Ia mengklaim para korbannya bersedia berpartisipasi dalam permainan seks gaya ‘50 Shades of Grey’.

Lihat Juga: Noura, Divonis Mati Karena Bunuh Suami

Bahkan saat jaksa menunjukkan video seorang pemuda terbius selama 37 menit, lalu diperkosa, Reynhard hanya tertawa. “Apakah itu aneh? Tidak, itu biasa saja,” katanya.

Data jumlah korban Reynhard. (Data: Dailymail)
Data jumlah korban Reynhard. (Data: Dailymail)

Bahkan beberapa korban mengakui Reynhard adalah orang yang “lembut, peduli dan sensitive”. Kerap saat usai berhubungan seks dengan korbannya, ia bergerak menjauh, menyelimuti dan mematikan lampu, agar korbanya bisa tidur kembali.

Tapi hakim tetap bersikukuh mencap ia predator, saking banyaknya korban, dan dijatuhi hukuman se umur hidup. Ayahnya, Saibun yang hadir di persidangan hanya bisa mengusap muka. Padahal, seorang gadis cantik sudah disiapkan untuk dinikahkan dengan Reynhard, alumni Manchester University, Duh!(yan/Dailymail)