Penyidik Kanada : MH370 Murni Aksi Bunuh Diri!

Boeing 777-200 Malaysia Ailrines nomor penerbangan MH370 hilang di tengah malam buta, 8 Maret 2014 lalu, bersama 239 penumpang dan awak pesawat. Sampai kini, ratusan saksi hingga teori konspirasi berseliweran atas kasus hilangnya MH370, dalam penerbangannya dari Kuala Lumpur ke Beijing, China.

“Penerbangan itu 100 persen aksi bunuh diri pilot atau co-pilot!” ujar Larry Vince, penyidik yang juga mantan pilot Boeing 777 Kanada. Ia menuding pilot atau co-pilot sengaja menjatuhkan pesawat, karena alasan pribadi dan politik. “Ini peristiwa kriminal,” tandasnya.

Kapten Mohd Zacharie dan co pilotnya, Fariq. Foto dok : google

Vince mengklaim pilot atau co-pilot sengaja mengarahkan pesawat ke bagian paling terpencil di dunia, danmenghilang selamanya. Vince menghabiskan 18 bulan meneliti, dan menerbitkan  buku  “MH370 : Mystery Solved”. Namun ia bukan bagian dari penyelidik resmi yang dibentuk pemerintah Malaysia, Australia dan China.

Menurut Vince, puing-puing yang ditemukan di pantai Afrika timur menunjukkan pesawat itu sengaja mendarat di laut (ditching). Ia memeriksa  foto-foto terperinci dari puing-puing, terdiri dari dua keping sistem flap di sayap kanan pesawat – flaperon dan bagian flap di sebelahnya.

“Tanda pada bagian-bagian ini menunjukkan flaps telah turun ketika pesawat menabrak air, yang berarti pesawat terjun pada kecepatan rendah yang dikontrol (pilot),” katanya.

“Saya yakin 100 persen,  bahwa pesawat turun ke laut seperti layaknya hendak mendarat di airport, dengan sentuhan datar, bukan menyemplung,” tambahnya. Ma,un ia mengakui, tidak bisa memastikan apakah pilot, Kapten Zaharie Ahmad Shah atau co-pilot, Fariq Ab Hamid, pelakunya.

Namun, ia menduga berat pelakunya Kapten Zacharie Ahmad Shah, dengan bukti ditemukannya simulator mirip jalur penerbangan malam itu di rumahnya, serta cancel 2 jam untuk menunggu tambahan avtur yang diminta oleh Kapten Zacharie.

“Apalagi yang mematikan transponder hanyalah pilot, yang membuat MH370 hilang dari radar, malam itu,” katanya. Mantan pilot dan pengamat penerbangan ini juga menduga pilot menutup tombol kabin pressure, sehingga dengan cepat penumpang kehilangan kesadaran, setelah ia mematikan semua lampu kabin penumpang.

Pilot anti PM Najib (waktu itu) pro Anwar Muhammad. Motiv politik? Foto dok Google

Namun tidak semua orang setuju dengan teori  Vince. Mantan kepala Biro Keselamatan Transportasi Australia, Martin Dolan mengatakan  belum cukup bukti  untuk menarik kesimpulan seperti yang diyakini Vince. “Ada sedikit bukti pesawat tetap dikendalikan di saat terakhir, namun ada juga sedikit bukti bahwa pesawat jatuh sendiri karena kehabisan bahan bakar,” katanya. Dua teori di antara seratusan teori konspirasi bahwa pesawat dibajak AS ke Diego Garcia, dibajak Rusia ke Kazakhstan, hingga diculik Aliens. Bahkan ada puluhan pengakuan saksi, yang mengaku melihat pesawat jatuh di perairan Vietnam, pedalaman Kamboja, Selat Malaka, Kepulauan Andaman hingga perairan Madagsakar. MH370 bersama 239 penumpang dan awak, masih menyimpan misteri, hingga kini. (yan/news.com.au)