Pemakaman Qassem Soleimani Rusuh, 35 Tewas 48 Luka

Ratusan ribu orang mengiringi pemakaman Jenderal Qassem Soleimani di kota asalnya, Kerman, Iran. Foto : EPA/DM

Teheran – Prosesi pemakaman Jenderal Qassem Soleimani di Kampung halamannya, Kerman, Iran diwarnai keributan menyusul aksi emosional para pelayat. Sedikitnya 35 pelayat tewas, puluhan lainnya luka luka, ketika ratusan ribu pelayat mengepung mobil jenazah Qassem Soleimani, Selasa (7/1/2020).

Lautan manusia berebut ingin melihat peti jenazah Soleimani, sehingga terjadi saling himpit dan  tindih.  Kematian orang kuat Iran ini dalam serangan pesawat tak berawak AS pada hari Jumat telah memicu kesedihan, dan emosi seluruh rakyat Iran.

Gambnar Trump ikut dibakar massa dalam upacara pemakaman itu. foto : EPA/DM

Kepala layanan darurat medis Iran, Pirhossein Koulivand mengakui situasi sangat chaos, banyak yang terinjak injak dan kemudian meninggal dunia. Ribuan pelayat, bahkan anak anak sekolah,  juga meneriakkan slogan kematian bagi Trump, dan kehancuran bagi Israel. “Pembunuhan terhadap jenderal kami, Qassem Soleimani telah mendidihkan darah rakyat Iran,” ujar seorang pelayat.

Sehari sebelumnya, pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, sampai menangis di depan umum di atas peti mati Soleimani. “Kita akan tuntut balas atas apa yang telah dibuat bangsa teroris Amerika terhadap kita,” katanya.

Massa yang berjejal mengiringi jenazah, 35 tewas terinjak injak. foto : EPA/DM

Teheran mengatakan pihaknya telah menetapkan 13 ‘skenario balas dendam’ dan pemimpin penjaga revolusi Hossein Salami mengatakan kepada orang banyak hari ini bahwa Iran akan ‘membakar’ sekutu-sekutu AS.

Pasukan AS pun bersiap menghadapi pembalasan Iran, didukung sekutu sekutunya di Eropa dan Jazirah Arab. (yan/Dailymail/*)