Pasukan Elit TNI Akan Hadang Terorisme?

BUMOE 17 Mei 2018
Pasukan Elit TNI Akan Hadang Terorisme?
Peresmian Koopssusgab TNI, diresmikan Presiden Jokowi untuk bantu polisi berantas terorism. Foto : dok Tempo.co

Jakarta – Pasukan elite TNI, yang tergabung Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab)  resmi dihidupkan kembali, akan ikut bersama Polri, khususnya Densus 88  untuk memberantas terorisme yang semakin marak di Indonesia.

“Sudah direstui Presiden, dan diresmikan kembali oleh Panglima TNI,” kata Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (16/5/2018).

Moeldoko menjelaskan, pembentukan Koopssusgab tidak perlu menunggu RUU Terorisme disahkan. Pembentukan ini merupakan inisiasi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Kemampuan tempur tinggi dan persenjataan canggih, termasuk kendaraan offroad tangguh. Foto dok : Tempo.co

“Nggak perlu nunggu. Sekarang ini, pasukan itu sudah disiapkan. (Komando) di bawah Panglima TNI. Itu inisiasi penuh Panglima TNI. Di dalamnya, kekuatan dari pasukan khusus darat, laut, dan udara yang terpilih,” tambahnya.

Pasukan elit ini berasal dari tiga matra TNI, yakni  Sat-81 Gultor Komando Pasukan Khusus milik TNI AD, Detasemen Jalamangkara punya TNI AL, dan Satbravo 90 Komando Pasukan Khas dari TNI AU.

Koopssusgab pertama kali dibentuk oleh Moeldoko saat masih menjabat sebagai Panglima TNI pada 9 Juni 2015. Moeldoko kala itu menyatakan Koopssusgab mampu menaklukkan musuh dalam hitungan sangat cepat.

Pasukan ini berada dalam posisi standby di Sentul. Bahkan anggotanya dikarantina. “Sehingga (pasukan) bisa bergerak dalam hitungan menit saat dibutuhkan negara,” kata Moeldoko, saat itu.

Pasukan ini juga dibekali kendaraan dan persenjataan canggih. Ada dua heli terbaru buatan Rusia, MI-35, 6 Heli Bell TNI AD, 2 Heli Bell 412 TNI AL dan 2 Heli TNI AU SA-330 Puma dan NAS Super Puma.
Ide dihidupkannya kembali komando ini, tak lepas dari maraknya terrorism belakangan, mulai terror di Mako Brimob, pengeboman di Surabaya dan Sidoarjo, serta aksi penyerbuan Mapolda Riau, serta maraknya aktivitas dan aksi terorisme di Jakarta, Tangerang dan Bekasi. (*/dtc/mil.co)

Komentar


Artikel Terkait


Tulisan Lainnya