Pangdam Lepas Peserta Seulawah Expedition 3

Ipay Pazilla, ketua tim survey yang juga leader pada event. foto : Gibran

Panglima Kodam Iskandarmuda, Mayjen TNI Teuku Abdul Hafil Fuddin melepas peserta event offroad Seulawah Expedition 3, di lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Jumat pagi (27/4/2018). 40 peserta roda empat, dan 20 roda dua akan mengikuti event lima hari empat malam, menembus jalur hutan belantara dari Panca Kubu, Aceh Besar ke Keumala Dalam, Pidie.

“Jaga lingkungan, lestarikan hutan, bersikap sportif dan selamat menikmati alam Aceh yang indah,” ujar Pangdam. Ia juga minta peserta membantu masyarakat, seta mendoakan 20 korban tewas dan 35 luka insiden ledakan sumur gas di Aceh Timur.

Ketua Indonesia Offroad Expedition “Alex” Musni Haffas sebelumnya melaporkan ada 40 peserta mobil dari 60 peserta yang mendaftar. 20 lainnya tidak bisa ikut serta karena tidak lolos scruteeneering (pemeriksaan kelengkapan unit) dan dinilai belum siap menerobos jalur ektreem. “Kita melintasi 26 kilometer jalur yang biasanya hanya dilintasi gajah sumatera,” kata Alex.

Jalur ini jauh lebih pendek ke Keumala dibandingkan jalur jalan aspal yang sudah ada dari Panca Kubu ke Keumala Dalam lebih dari 100 km. Alex mengharapkan jalu yang dibuat mereka kelak bisa dimanfaatkan dengan pengerasan bagi kepentingan warga antar dua daerah itu.

Di antara peserta yang ikut, terdapat Bupati Tapanuli Selatan, Walikota Langsa, Bupati Pidie, dan Kapolresta Banda Aceh. Peseta datang dari berbagai daerah di Aceh, mulai Langsa, Bener Meriah, Bireuen, Aceh Besar, Pidie dan Banda Aceh. Selain itu terdapat peserta luar daerah seperti Tapanuli Selatan, Bukittinggi, Batam, Yogya dan DKI Jaya, termasuk Hendrik badu, Wakil Ketua IOF Pusat.

Walikota Langsa, Toke Sue-uem, yang hampirselalu ikut event offroad siap menanam pohon di jalur lintasan hutan yang gundul. Foto : Gibran

Peserta akan melakukan penanaman pohon, serta bakti sosial di masjid dan meunasah Panca Kubu, Aceh Besar, sebelum memasuki jalur ektreem yang sebenarnya. Berbagai jenis mobil 4×4 digunakan, lengkap dengan alat recovery dan penguatan mulai dari kaki-kaki hingga bodi, untuk menghadapi medan esktreem yang bisa menghancurluluhkan mobil.

Walikota Langsa, Toke Su-uem misalnya, menggunakan Nissan Navara bermesin HDT milik Toyota landcruiser dengan kaki-kaki Toyota VX, dan alat recovery winch tenar Warn 8274 di bullbar depan, dan winch 9500 di buritan. Tim Jam Gadang Bukittinggi yang terbiasa dnegan jalur ektreem tetap setia dengan FJ40 dengan alat recovery winch Warn 8274 dan winch Power Take Off (PTO).  Hampir semua unit menggunakan rollbar lengkap winch depan belakang, siap menempuh jalur bejat selama lima hari empat malam di pedalaman hutan Aceh Besar-Pidie. Event tahunan Seulawah Expedition kali ini memang didesain lebih lama dan ektreem. (yan)