Offroad : Belasan Mobil Offroad Masih Terjebak di Belantara Berawang Baro

Puluhan unit offroad terjebak track bejat di pedalaman Aceh Tengah. Foto dok : IOF Aceh

Takengon – Sedikitnya 14 unit mobil ofrroad masih terjebak di belantara hutan kawasan Berawang Baro, Aceh Tengah. Mereka lebih satu minggu di tengah hutan, dari target hanya 3 hari 3 malam melintasi jalur di pedalaman Aceh tengah itu.

“Mudah-mudahan hari minggu semua yang masih di dalam hutan bisa ke luar,” ujar Riza Iskandar, atau Jaja, salah satu panitia dari IOF Aceh.

Panitia dari Pengurus Cabang  IOF Aceh Tengah menggagas “Family Gathering”, 20 Desember 2018 lalu,  melintasi jalur hutan sepanjang 25 km di Berawang Baro.  Sebanyak 31 unit kendaraan 4×4 spek ekstreem mengikuti event ini, termasuk Walikota Langsa, Usman Abdullah  dengan Navara Cruisernya.

“Saya jebol winch,” sebut Usman Abdullah. Winch 8274-nya pecah akibat tak kuat menahan tekanan dan panas dihajar di trek lumpur panjang dan mendaki 65 derajat. “Lumpurnya nyaris sepinggang,” aku Alex, rekan satu timnya yang juga ketua IOX Aceh yang menggunakan Toyota Bundera.

Walikota Langsa Usman Abdullah dengan Navara Cruisernya, yang ikut terjebak dua hari di jalur. Foto dok : Usman Abdullah

“Selama saya ikut offroad, ini trek terberat,” lanjut Toke Sue-Um, panggilan tenar Walikota Langsa Usman Abdullah. Padahal, unitnya terbilang gahar, Navara bermesin dan kaki kaki Toyota Landcruiser. “Sudah dua hari terjebak dua hari di lumpur panjang itu,” katanya.

Rata-rata unit jebol winch, patah as, rem, hingga radiator atau kipas pecah terkena lumpur. Akhirnya tiga unit mobil, Usman Abdullah, Musni ‘Alex’ Haffas dan Cut Dek, berhasil finish Kamis (27/12/2018) malam.  Telah lebih dulu lolos ke garis finish, tim leader yang dipimpin Mugie Bgj, offroader Aceh tengah yang juga Ketua Panitia event.

“Jadi yang sudah finish baru enam unit, pak wali, Alex dan unit tim leader. 14 masih terjebak di dalam, 11 lainnya memilih backtrack (putar balik),” ujar Jaja, Jumat (28/12/2018) malam pada Bumoe.id. Walikota Langsa mengakui bejatnya jalur pasca hujan di wilayah itu. Lumpur dalam sambil mendaki 60 derajat, serta turunan panjang juga curam, dengan jurang di kanan dan kiri jalur membuat peserta kalang kabut dan unit serta alat recovery sangat tersiksa. “Selain itu jalur single track, sehingga kalau ada satu yang trouble, yang lain terpaksa mengantri,” kata Jaja.

Karena terlambat dari jadwal, perbekalan juga banyak yang habis, terutama air dan makanan. “Tadi sudah kita pasok logistik dan spare part bagi peserta yang terjebak dan unitnya rusak,” kata Jaja.  Ia memperkirakan, bila semua tetap memilih jalur yang ada, para peserta akan merayakan tahun baru di hutan belantara. “Semoga sebelum tahun baru 2019 semua bisa berkumpul di Kota Takengon,” harapnya.

Event ini sendiri dilaksanakan bertepatan dengan pelantikan Pengurus IOF Aceh tengah, yang diketuai Rismiandi. Pelantikan dilakukan Ketua Pengda IOF Muhammad Natsir, yang juga menjadi salah satu peserta dengan unit Grand Cherooke bermesin Toyota 1KZ. (yan/*)