Misteri Segitiga Bermuda Terpecahkan!?

BUMOE 03 Agu 2018
Misteri Segitiga Bermuda Terpecahkan!?
Kawasan Segitiga bermuda, seluas 700 ribu km2. Dok : Dailymail

London – Para ilmuwan Inggris mengaku berhasil memecahkan misteri Segitiga Bermuda, yang merenggut nyawa ratusan manusia sejak se-abad belakangan. Gelombang tinggi 30 meter, serta fluktuasi udara membentuk badai dahsyat menjadi penyebabnya.

Segitiga Bermuda, membentang antara Florida, AS hingag Puerto Rico, seluar 700 ribu kilometer persegi. Area yang dkenal sebagai “segitiga iblis” yang misterius itu, telah memakan lebih seribu nyawa selama 100 tahun terakhir.

Gelombang Rogue, itulah penyebabnya menurut ilmuwan Inggris. Gelombang yang pertama kalinya diamati melalui satelit di lepas pantai Afrika Selatan, memiliki ketinggian gelombang hingga 30 meter! Dr Simon Boxall, seorang ilmuwan kelautan, mengatakan badai di kawasan segitiga berpola amat aneh, bisa tiga badai sekaligus datang dari arah berbeda. Angin berkecepatan 170 km/jam beradu, gelombang dan tekanannya bisa menghancurkan dinding logam kapal setebal apapun.

“Badai di selatan dan utara, yang datang bersamaan,” kata Dr Boxall. “Terkadang badai  lain dari Florida, membuat angina dangelombang tinggi yang mematikan,” katanya. “Bayangkan gelombang setinggi 30 meter yang amat liar. Kapal bisa terbelah jadi dua, dan tenggelam dalam hitungan menit,” tambahnya.

Kapal hilang tak berbekas . foto dok : Daily ekpress

Teori Segitiga Bermuda

Walau teori ilmiah telah ditentukan, namun mitos tentang segitiga Bermuda tidak hilang begitu saja. Edward Jones, tahun 1950 menulis untuk Miami Herald, catatan pertama keanehan segitiga Bermuda.

Tapi bagaimana semua dongeng dan legenda tentang Segitiga Bermuda dimulai? Paling popular tulisan George Sand mengenai Flight 19, tahun 1952, mengenai lima pesawat tempur PD II yang lenyap tanpa bekas dalam latihan di kawasan itu.

Sejak saat itu, ratusan laporan keanehan segitiga Bermuda, dengan banyak kapal dan pesawat yang hilang tak berjejak. Sebelumnya, gas metanan yang terperangkap di dasar laut dituding menjadi penyebab. Gas ini bisa meletus, naik ke permukaan dan membuat kapal tenggelam seperti batu. Bahkan pesawat yang terbang di atasnya diklaim bisa terbakar dan hancur seketika.

Ada juga teori kabut elektromagnetik di kawasan itu, yang bisa menelan kapal dan pesawat, yang diawali dnegan seluruh isntrumen elektronik di kapal atau pesawat tiba tiba rusak.

Teori lain adalah awan heksagonal dan bom udara. Ahli meteorologi menemukan awan heksagonal aneh yang mampu membuat fluktuasi angin dahsyat dengan kecepatan tinggi. Badai angin di laut itu dikatakan menciptakan gelombang setinggi 14m, merusak kapal dan pesawat yang terperangkap di dalamnya.

Ilmuwan Australia, Dr Karl Kruszelnicki juga menyalahkan gelombang besar karena hilangnya Flight 19, yang ia yakini jatuh di Segitiga Bermuda karena kesalahan manusia. Hingga dua tahun lalu,  sebuah pesawat yang membawa empat orang, termasuk seorang ibu dan dua anaknya, hilang di “segitiga iblis” itu.

Jennifer Blumin, putranya yang berusia tiga dan empat tahun, dan pilotnya, Nathan Ulrich, baru saja menghabiskan Hari Ibu di Puerto Rico dan terbang ke Florida, ketika pesawat twin-prop MU-2B mereka lenyap dari radar sekitar 59km timur dari pulau Eleuthera, di Bahama.

Komunikasi hilang pada 24.000 kaki (7,3 km) dan kecepatan pesawat saat itu sekitar 505 km / jam. Pencarian sebulan tanpa hasil, dan dihentikan karena tidak ada mayat atau serpihan pesawat ditemukan! Benarkah gelombang Rogue penyebabnya? (yan/news.co.au)

 

Komentar


Artikel Terkait


Tulisan Lainnya