MH370: Pilot Sadar Sampai Akhir, atau Semua Mati di Udara?

BUMOE 24 Mei 2018
MH370: Pilot Sadar Sampai Akhir, atau Semua Mati di Udara?

Teori penyebab jatuhnya Malaysia Airlines MH-370 belum juga berakhir. Para ahli masih berkutat dan menganalisa penyebab dan bagaimana jatuhnya pesawat dengan 239 penumpang dan awak, 8 Maret 2014 lalu. Empat tahun sudah, dan PM baru Malaysia, Dr Mahathir Mohammad akan mengkaji untuk menghentikan pencarian MH-370 yang super mahal itu.

Di antara banyak teori konspirasi, ilmuwan dan Peter Foley, pimpinan pencarian MH-370 terus mengupayakan mencari fakta penyebab jatuhnya MH-370.

Banyak dugaan, pilot Kapten Zacharie Shah sengaja menjatuhkan pesawat yang dikemudikannya. Dugaan motiv, mulai kisruh rumah tangga hingga Zacharie yang pengagum Anwar Ibrahim kecewa pada rezim Najib. “Simulator di rumahnya menunjukkan data penerbangan yang sama, dan ia sempat berputar di atas Pulau Pinang, Kampung halaman Zacharie seolah mengucapkan selamat tinggal,” kata Simon Hardy, pilot senior Boeing 777 yang ikut menyelidiki insiden MH-370.

Flaperon MH-370 yang ditemukan dekat kepulauan Reunion, Afrika. (Foto dok Google)

Flaperon MH-370 yang ditemukan dekat kepulauan Reunion, Afrika. (Foto dok Google)

Vance, mantan penyelidik senior dengan Dewan Keselamatan Transportasi Kanada, mendukung teori Hardy. Ia bahkan berani berspekulasi Zacharie mengendalikan pesawat hingga mendarat di lautan Hindia, sebelum pecah menjadi puing. “Pola kerusakan pada dua potongan rongsokan (flaperon kanan, dan bagian dari sayap tempel kanan) membuktikan bahwa flap pendaratan diperpanjang (turun) ketika pesawat terbang masuk ke air,” tulis Vance dalam bukunya. “Sirip flap tidak bisa diperpanjang, kecuali pilot sengaja memilih mereka ke posisi diperpanjang.”

Ia menunjuk fakta flaperon yang terjungkit, membuktikan pesawat turun secara teratur dan seolah sengaja didaratkan pilot. “Ini perbuatan kriminal yang dilakukan satu orang: sang pilot,” katanya.

Namun teori Vance dan Hardy ditentang Christine Negroni, wanita yang juga ahli penerbangan sipil. Ia menuding Vance dan Simon Hardy “mengarang bebas”.

Baca Juga: MH370, Dibajak Jatuh, Atau Dikendalikan CIA?

Pada tahun 2015 dan 2016, puing-puing dari MH370 ditemukan di pantai pulau-pulau Samudera Hindia dan garis pantai Afrika timur. Puing-puing menghasilkan wawasan baru yang signifikan tentang bagaimana dan di mana pesawat itu mengakhiri penerbangannya.

Kapten Zahcarie Shah. (Dok Google)

Kapten Zahcarie Shah. (Dok Google)

“Tidak ada bukti yang menunjukkan pesawat masih dikendalikan saat jatuh ke laut,” ujar Negroni. Pandangan Negroni didukung Foley, yang mengoordinasikan pencarian atas nama Malaysia. Foley, yang mengatakan dia telah membaca buku itu, menunjukkan bukti bahwa pesawat itu tidak berada di bawah kendali siapapun ketika menabrak air.

Dia mengatakan, analisis transmisi satelit dari saat-saat terakhir penerbangan menunjukkan bahwa Boeing 777-200 itu berada dalam kecepatan tinggi dan malah berakselerasi di akhir. Puing-puing dari dalam interior pesawat ditemukan hanyut di pantai barat Samudera Hindia menunjukkan bukti impact yang besar. “Mungkin saja dicoba dikendalikan, tapi jatuhnya jelas tidak terkontrol,” tambah Foley. Kini bukti kecil flaperon itu di pegang fihak berwenang Prancis.

“Dan sungguh spekulasi tanpa bukti sama sekali, bila dikatakan Kapten Zaharie Shah berlama-lama memutar di atas Penang untuk mengucapkan selamat berpisah,” ujar Negroni.

Christin Negroni. (Foto dok News.com.au)

“Teori Kapten pilot bunuh diri disukai media, tapi kami beberkan fakta tidak begitu. Saya menulis semua fakta di buku saya,” ujarnya membanggakan bukunya mengenai MH-370. Bagaimana dengan keputusan putar balik di atas Laut China Selatan, di tengah malam yang pekat itu sebelum memasuki wilayah Vietnam, Madam? (yan/News.com.au)

Komentar


Artikel Terkait


Tulisan Lainnya