MH370, Isi Cargo dan Hilang Misterius

BUMOE 30 Mei 2018
MH370, Isi Cargo dan Hilang Misterius
Ilustrasi. (businessinsider.com)

Tengah malam, 8 Maret 2014, Boeing 777 Malaysia Airlines nomor penerbangan MH370 lepas landas dari KLIA Kuala Lumpur, menuju Beijing. Ada 239 penumpang dan crew, di malam yang dingin itu. Lepas tengah malam, di ketinggian 33 ribu kaki, memasuki Laut China Selatan, pesawat tiba-tiba berbalik arah, kembali ke Malaysia.

ATC KLIA mencoba memanggil, namun tak ada jawaban, hingga kini. Rezim Najib Razak dan China (mayoritas penumpang), memerintahkan pencarian pesawat hilang terbesar dan termahal di dunia. Tapi, rezim baru Mahathir berfikir untuk menghentikan pencarian. “Telalu banyak pertanyaan yang tak terjawab, misteri sekaligus penuh konspirasi,” ujar Dr Mahathir, PM baru Malaysia. (Baca: MH370 Jatuh Karena Najib Korup?)

Empat tahun sudah, dan MH370 tak berjejak, kecuali puing-puing yang ditemukan di kepulauan Reunion, dekat Madagaskar. Entah benar itu puing MH370? Padahal pencarian dilakukan di selatan Perth, Australia, lebih 10 ribu kilometer dari lokasi pencarian dilakukan, di tengah Samudera Hindia.

Lokasi yang diduga MH370 jatuh kehabisan bahan bakar, dan puing ditemukan. Foto dok google

Dr Mahathir sebelum jadi PM menduga MH370 dibajak Amerika Serikat, dan sengaja dihilangkan untuk suatu maksud tertentu. Ada juga yang menduga MH370 dibajak AS ke markas militer rahasianya di Diego Garcia. “Ada prototype senjata modern dan mematikan yang ditemukan ahli China, yang diangkut dari Thailand. AS tak mau (senjata elektronik mematikan) jatuh ke tangan China,” ujar sebuah sumber.

Teori lain menyebutkan pesawat dibajak Rusia dan mendarat di Kazakhstan, bahkan ada yang menyebut dibajak UFO, lalu dilepaskan dan terbang lagi menjadi MH17, yang kemudian jatuh secara tragis di Ukraina. Namun yang paling masuk akal, adalah teori yang menyebutkan MH370 sengaja dijatuhkan pilotnya, Kapten Zacharie Ahmad, yang sedang bermasalah dalam keluarga. Buktinya adalah Kapten Zacharie punya simulator Boeing 777 di rumahnya, yang terkahir membuat rute yang sama dengan perjaalanan terakhir MH370 di malam gelap, 8 Maret 2014 itu.

Dugaan lain, ada sebuah kelompok yang terdiri dari keluarga penumpang, menyayangkan pemerintah Malaysia tak terbuka soal hilangnya MH370. Ada misteri terselubung di balik cargo seberat 200 kg, dan 2,45 ton di dalam perut pesawat berbadan lebar itu. Mantan CEO Malaysia Airlines (MAS) Ahmad Jauhari Yahya, memang mengakui ada 200kg baterai lithium dalam manifest pesawat. Pengakuan itu dibuat dua bulan setelah pesawat hilang!

Dokumen cargo 200 kg baterai lithium di perut MH370. dok MAS

Malaysia juga menunda pelepasan apa yang mereka klaim sebagai manifes kargo penuh sampai dua bulan setelah pesawat menghilang dalam perjalanan dari Kuala Lumpur ke Beijing pada 8 Maret 2014 dengan 239 orang di dalamnya. Selain baterai mudah meledak itu, ada juga 2,25 ton ‘aksesoris radio dan pengisi daya’, yang secara misterius dihilangkan dari manifes.

Di halaman 5 manifes,  200 unit baterai lithium ion masing masing seberat 1 kg, dan barang ikutan lainnya seberat total 2.453 kg, dikirim dari NNR Global Logistics di Penang ke JHJ International Transportation di Beijing. “Sekitar dua ton, setara dengan 2453 kg kargo adalah kiriman konsolidasi di bawah satu tagihan saluran udara utama (AWB),” jelas jubir MAS, 2 Mei 2014.

Seorang istri penumpang yang hilang, nyonya Weeks berharap rezim baru di Malaysia akan lebih transparan daripada pemerintah Najib Razak. ”Saya berharap misteri ini terbongkar, agar kami tak penasaran,” katanya.

Nyonya Weeks dan suaminya, salah seorang penumpang MH370 warga Australia, 4 tahun lalu hilang, hingga kini. Foto dok keluarga

Pejabat Badan Keselamatan Transportasi Australia (ATSB) Greg Hood dan Peter Foley, yang mengkoordinasi pencarian pesawat yang dipimpin Australia selama tiga tahun, telah menolak klaim yang dibuat oleh mantan pilot Simon Hardy dan Larry Vance, bahwa pilot Kapten Zaharie Ahmad Shah melakukan tindakan bunuh diri dan ‘mengajak’ 238 orang lainnya.

“Pesawat itu mungkin turun dengan cara yang tidak terkendali, bukan disengaja pilot,” kata Foley.

Dibuntuti dan Diteror

Adalah Gibson, yang tergugah mencari jawaban sendiri atas hilang Mh370. Ia mengumpulkan serpihan kecil puing di pantai Madagaskar, bersama warga lokal. “Banyak puing berhasil saya kumpulkan. Saya berniat mengirimnya ke pemerintah Malaysia melalui konsulnya di Madagaskar. Namun niat saya terhenti, karena saya diteror dan dibuntuti,” akunya pada The West Australian.

Gibson dengan puing MH370? Dibuntuti dan diteror. Foto dok FB

Dia yakin MH370 tak akan ditemukan, dan misterinya tak akan terungkap, karena sengaja ‘disimpan’ pemerintah Malaysia. Ujungnya, adalah terbunuhnya konsul Malaysia Zahid Raza di Madagaskar, 24 Agustus tahun lalu. Zahid ditembak di Antannarivo, ibukota Madagaskar oleh pembunuh misterius.

Saat itu, Zahid baru saja mengirim sebuah puing penting MH370 ke penyidik di Kuala Lumpur. “Sebuah puing turbin dan sirip aerodinamis, yang tak mungkin lepas dari bagian mesin walau pesawat hancur,” kata Gibson.

“Menurut ahli aerodinamika, bagian ini tak mungkin pecah, kecuali dalam peristiwa sangat ekstrim,” kata Gibson pada The West Australian. Mungkin, rahasia hilangnya MH370 akan hilang bersama jasad 239 orang di pesawat itu, di malam yang dingin, 4 tahun lalu. Tragis sekali. (yan/news.com.au/mk/*)

Komentar


Artikel Terkait


Tulisan Lainnya