MH370, Dibajak Jatuh, Atau Dikendalikan CIA?

Teori konspirasi jatuhnya Malaysian Airlines MH370, 8 Maret 2014 terus berkembang hingga kini. Ada yang menduga dibajak aliens, jatuh kehabisan bahan bakar, sengaja dijatuhkan karena ada chips rahasia militer yang dicuri personil militer China yang menyamar, dibajak ke pangkalan militer AS diSamudera Hindia, Diego Garcia hingga sang pilot bunuh diri.

Kini berkembang lebih jauh, pesawat sengaja dibajak CIA melalui kendali jarak jauh, untuk mengamankan chips atau dokumen rahasia yang dicuri personil militer China yang menjadi penumpang sipil.

Adalah Wikileaks baru-baru mengungkapkan adanya program alat khusus CIA untuk menyadap atau membajak pesawat, yang diuji coba persis saat MH370 lenyap, 8 Maret 2014.

CIA dituding telah meng-hack MH370, dan kemudian membawanya ke arah yang diinginkan lembaga rahasia AS itu. “Ini bisa membajak, atau membunuh tanpa tahu siapa pembunuhnya,” sebut wikileaks atas canggihnya alat baru CIA ini.

WikiLeaks menghubungkan catatan pertemuan  tahun 2014, yang mencantumkan “area misi potensial” untuk CIA, yang mencakup “Sistem Kendaraan” dan “QNX” untuk membajak pesawat apapun yang diinginkan, sipil maupun pesawat militer.

Pada saat yang sama, hubungan antara Obama dan Raja Arab Saudi cukup buruk. Raja menolak bertemu dengan Obama, dan mengirim Pangeran Salman (sekarang Raja) untuk menemuinya di tempat sebelum MH370 dibajak. Rencana itu dibicarakan dengan Raja Saudi sebagai bagian hubungan “dekat” AS-Saudi. Tapi raja Saudi kurang suka gaya politik Obama, apalagi hubungan diplomatic Saudi dengan China sejauh ini cukup baik. China respek pada Saudi yang membantu korban gempa di negaranya. Proyek di Saudi juga banyak digarap China.

Karena itu, Pangeran Salman tahu rencana untuk membajak MH370 – tapi menolak keras rencana itu — , dan menempatkan sebuah “kapal rumah sakit” dengan 100 awak dan radar canggih di Pulau Maladewa, sebelah utara Diego Garcia, sebuah basis rahasia AS di Samudera Hindia.

Buktinya,  banyak warga Maladewa menyaksikan MH370 terbang rendah, dan ping sonik ditemukan di  daerah tersebut oleh ilmuwan Australia. Sebuah keluarga di Kudahuvadhoo, di Atol Dhaalu, mengaku mereka melihat jet terbang begitu rendah, tanggal 8 Maret tahun lalu. “Pintunya dan tanda merah dan biru,” saksi mereka. Itu serupa dengan Boeing 777 MH370 Malaysian Airlines yang hilang.

Pesawat naas itu dipiloti Zaharie Ahmad Shah dan co-pilot Fariq Abdul Hamid dari Kuala Lumpur di Malaysia ke Beijing, China dengan 239 orang di dalamnya. Sedikitnya, 3.500 orang mengaku mendengar dan melihat pesawat tersebut terbang rendah, di wilayah itu. Mereka mengklaim telah memberi tahu polisi setempat, dan bersedia menjadi saksi.

Para ilmuwan dari Curtin University di Australia mengatakan, mereka tidak dapat mengesampingkan sebuah teori bahwa “sinyal akustik yang jelas”, yang tercatat di area tersebut, persis di lokasi warga menyaksikan pesawat terakhir berada, yakni di Maladewa. Di lokasi itu, pesawat diduga kehabisan bahan bakar dan jatuh ke laut.

Pilot Zachari memiliki simulator penerbangan buatan Amerika yang canggih di rumahnya, dan diduga terbang rendah di atas  Maladewa rendah untuk menghindari radar. (BBS/*)