Mengapa Terbang Semakin Lama?

BUMOE 17 Mei 2018
Mengapa Terbang Semakin Lama?
Penerbangan semakin modern, tapi melambat. Foto : Gibran

Teknologi semakin maju, tapi dunia penerbangan seolah semakin mundur. Pelayanan dalam pesawat semakin buruk, seat kaki kelas ekonomi begitu sempit, dan puncaknya, penerbangan semakin lama! Mengapa?

Di AS, era 1970-an misalnya, penerbangan dari New York ke Houston, Texas, memakan waktu dua jam dan 37 menit, tetapi kini jalur serupa memakan waktu tiga jam dan 50 menit.

Menurut laporan The Sun, bahkan penerbangan singkat di Eropa, dari London ke Edinburgh tahun 1995 lalu hanya butuh waktu satu jam dan 15 menit, sekarang satu jam dan 25 menit! Penerbangan dari Madrid ke Barcelona selama 55 menit pada tahun 1995, kini membutuhkan waktu satu jam dan 15 menit. Hal serupa tentu terjadi di Asia, namun tidak ada perhatian lembaga untuk mencatat hal (perlambatan) itu.

Menurut MIT School Of Engineering di Amerika Serikat, kecepatan jelajah normal pesawat komersial berkisar antara 480 dan 510 knot (700-800 km/jam) hari ini, rata-rata bila dilihat di Flight radar24, kecepatan hanya 455 knot ( kurang dari 700 km/jam).

Padahal dulu, tahun 1960-an malah  jet lama semacam Boeing 707, bisa dipacu pada kecepatan 525-550 knot. Ternyata, persoalan utamanya adalah uang, penghematan! Sejak era 80-an, harga minyak terus meroket, sementara maskapai penerbangan berlomba memberi harga tiket murah. Desain pesawat baru semakin aerodinamis, plus wingtip untuk membuat daya angkat semakin baik, sehingga menghemat bahan bakar. Mesin dibuat lebih efesien, turbin gas jenis baru jauh lebih hemat bahan bakar dari turbin jet lama. Namun semua bermuara pada  : Kecepatan pesawat berkurang!

Air Asia Airbus A-320 dari Tiruchirapalli, India ke KLIA2 Kuala Lumpur. Hanya berkcepatan di bawah 400 knot. Dok : Flightradar24

Business Insider mencatat, maskapai penerbangan dapat menghemat jutaan dolar setiap tahun, jika pilot terbang sedikit lebih pelan dari 500 knot. Jangan tanya lagi maskapai low cost airline. “Saya lihat mesin berhenti menderu ketika akan mendarat. Saya pikir mereka mematikan mesin sejenak untuk menghemat bahanbakar,” ujar seorang penumpang low cost airlines. Mungkin bukan mematikan mesin, namun puddle didorong ke atas ke putaran idle mesin, memanfaatkan daya dorong sisa sebelum mendapatakan posisi bandara dan bersiap untuk landing. Mestinya memang tak perlu takut, semua prosedur standar penerbanganpasti di-ikuti. Hanya saja : melambat! Mungkin itu pula salah satu alasan Concorde yang bisa terbang hingga 3 kali kecepatan suara di besi tuakan, dan sejak itu taka da lagi pabrik yang berupaya membuat pesawat komersial hypersonic. Alasannya sama : boros bahan bakar! (yan)

 

Komentar


Artikel Terkait


Tulisan Lainnya