Mahathir: Banyak Rahasia Besar dalam 1MDB

BUMOE 17 Mei 2018
Mahathir: Banyak Rahasia Besar dalam 1MDB
Dr Mahathir Mohammad, PM Malysia. Dok : MSN

Kuala Lumpur — Perdana Menteri Malaysia, Dr Mahathir Mohamad mengatakan, kerugian negara akibat kasus 1MDB jauh lebih besar dari yang disangka. Polisi dan jaksa diarahkan untuk bekerja lebih ketat dan teliti, dalam kasus yang melibatkan mantan PM Malaysia terdahulu, Najib Razak.

“Pemerintah Switzerland, US dan Singapore telah sepakat membantu pemerintah baru Malaysia mengusut tuntas aliran dana 1MDB ini,” ujar Mahathir. Walau laporan awal hingga Selasa (15/5/2018) lalu belum menyentuh nama Tun Najib Razak, namun penyidikan mengindikasikan adanya anomaly dalam akun 1MDB ini.

“Masalah utamanya adalah raswah (korupsi, red). Dalam kes 1MDB begitu besar uang digelapkan pemerintah sebelumnya,” kata Mahathir. “Banyak kesalahan Najib yang tidak diketahui publik, kita akan membukanya,” lanjut  PM berusia 93 tahun ini.

1 Malaysia Development Berhad (MDB), dibentuk tahun 2009 untuk mendanai proyek-proyek infrastruktur domestik. Lembaga mewah dan bergengsi ini  pernah dipimpina langsung oleh Najib Razak, dan tanpa penyerahan akun menajemen hingga Maret 2015, serta tidak ada laporan keuangan dari lembaga keuangan nasional maupun asing.

Tim audit tidak dapat mengakses komputer, notebook, dan server pada 1MDB untuk tujuan pemeriksaan silang dan menganalisis temuannya. “Secara keseluruhan, tata kelola perusahaan dan kontrol internal dalam 1MDB tidak beres,” kata tim audit.

Laporan audit 1MDB dilindungi sejak 2016 oleh Undang-undang Rahasia Resmi. “Ada dorongan agresif oleh pemerintahan baru untuk membuka kembali penyelidikan kriminal pada 1MDB terhadap mantan PM serta individu lain,” kata Nizam Ismail, dari kantor pengacara RHTLaw Taylor Wessing LLP di Singapura.

“Jika ada jejak transaksi baru yang ditemukan di Malaysia, ini dapat berdampak pada lembaga keuangan yang telah terlibat dalam arus uang, di Singapura, Swiss dan seterusnya.” katanya pada News Straits Time. (yan/MSN)

Komentar


Artikel Terkait


Tulisan Lainnya