Lima Fakta Tersangka Penyerang Novel!

Jakarta – Dua tersangka penyerang penyidik KPK, RB dan RM telah dipindahkan dari rumah tahanan Polda Metro Jaya (PMJ) ke rutan Bareskrim Polri, Sabtu (28/12). Proses pemindahan RB dan RM kemarin cukup menyita perhatian publik, karena kasus Novel Baswedan  dianggap kasus besar berkaitan upaya pemberantasan korupsi di tanah air.

Berikut Lima Fakta tersangka pelaku :

1. Bicara (teriak) pada wartawan.

Kedua tersangka merupakan oknum anggota Polri aktif, dari kesatuan Brimob. Saat RB dan RM hendak dipindahkan dari PMJ ke Bareskrim Polri, sekitar pukul 14.20 WIB kemarin,  RB yang berjalan paling depan  tampak meluapkan kekesalan pada  Novel Baswedan, penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Tolong dicatat, saya tak suka sama Novel karena dia  pengkhianat!” teriaknya ke arah wartawan.

  1. RB yang Menyiram, RM driver.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Raden Prabowo Argo Yuwono menyatakan, RB merupakan penyiram air keras ke wajah Novel. “Itu RB yang bicara tadi,” kata Argo di Main Hall Polda Metro Jaya, Sabtu (28/12/2019) kemarin.

Argo mengatakan tersangka berinisial RB yang berperan sebagai penyiram air keras ke wajah Novel Baswedan. Sedangkan RM sebagai pengemudi dalam kejadian tersebut.

“Ada yang sopir dan ada yang menyiram (air keras). Yang siram RB,” kata Argo.

  1. Santai dan Tersenyum

Saat tiba di Gedung Bareskrim Polri, RB dan RM tampak lebih santai. RB bahkan sempat melemparkan senyum kepada wartawan meski tangannya diborgol.

Sementara RM lebih banyak menunduk.

Rombongan kendaraan yang berisi penyidik dan dua tersangka, sempat mengecoh para wartawan yang menunggu mereka di lobi Bareskrim.

Para wartawan yang mengetahui kedatangan mereka, langsung mengejar arah kendaraan yang menuju ke area parkiran basement.

  1. Ditahan 20 Hari

RB dan RM resmi menjadi tahanan Polda Metro Jaya mulai Sabtu (28/12).

“Tersangka sudah dilakukan penahanan untuk 20 hari ke depan,” kata Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Raden Prabowo Argo Yuwono.

  1. Tim Novel Lempar Isu Pemain Pengganti

Anggota tim kuasa hukum Novel Baswedan, Haris Azhar khawatir penangkapan dua anggota Brimob atas kasus penyiraman air keras itu bakal mengaburkan fakta kasus.

Dia menduga, dua anggota Brimob hanyalah pemeran pengganti agar kasus penyiraman air keras tidak terungkap tuntas.

“Saya khawatir ini bagian dari mengaburkan dari masalah yang sebenarnya. Ini masalah sebenarnya enggak diungkap, dicariin pemain pengganti,” kata Haris saat dihubungi awak media, Sabtu (28/12).

Haris menyinggung tentang sketsa wajah yang dahulu pernah disebar polisi sebagai terduga pelaku penyiraman air keras.

Direktur Eksekutif Lokataru itu menilai terdapat perbedaan wajah antara di sketsa dengan dua anggota Brimob yang ditangkap polisi. Namun banyak juga yang menilai sketsa wajah pelaku dengan RB dan RM mirip. (JPNN/*)