Lagi, AS dan Inggris Tuding Covid-19 Kesalahan Cina!

Laboratorium WIV, Wuhan. (Foto: Getty Image)
Laboratorium WIV, Wuhan. (Foto: Getty Image)

Presiden AS Donald Trump kembali melontarkan tudingan Covid-19 akibat kebocoran laboratorium virus di Wuhan, Desember tahun lalu. PM Inggris Boris Johnson ikut mengatakan hal yang sama, “Kecuali bila China bisa membuktikan asal muasal virus ini,” ujar jubir PM Inggris itu.

Institut Virologi Wuhan, dituding telah mengubah dan menutupi penelitian mereka mengenai virus corona saat dikunjungi Rick Swtizer, ilmuwan AS yang di utus  kedubes AS di China ke Wuhan, Maret 2018 lalu. Switzer ingin melihat penelitian mengenai kelelawar di laboratorium Wuhan, namun aksesnya dibatasi.

Switzer lalu melaporkan kekhawatirannya mengenai penelitian tersebut, yang dikhawatirkan virus dari kelelawar ini bocor dari lab, mengingat banyak hal ceroboh ia lihat terjadi di fasilitas kesehatan itu.

Baca Juga: Astaga! Covid-19 Menyasar Bagian ini di Tubuh Anda!

“Selama interaksi dengan para ilmuwan mendapati kurangnya penyelidik terlatih di laboratorium WIV (Wuhan Institute of Virologi), tenaga teknisi juga kurang bagi pengoperasian  laboratorium dengan pengamanan tinggi ini dengan aman,” lapornya.

Para pekerja di Laboratorium WIV Wuhan mengakui resiko besar pekerjaan mereka. (Dok: Express)
Para pekerja di Laboratorium WIV Wuhan mengakui resiko besar pekerjaan mereka. (Dok: Express)

Bahkan saat dikunjungi Switzer dan staf diplomat AS, beberapa foto staf yang memasuki gua kelelawar untuk mengambil sampel ludah kelelawar  telah dihapus dari situs webnya. Mereka di antara yang paling rawan terkena infeksi Corona Virus.

Pada bulan April 2019, tim Switzer menunjukkan foto pada wartawan lemahnya pengamanan laboratorium vital tersebut, termasuk ada segel yang rusak di pintu salah satu lemari pendingin yang memuat 1.5000 jenis virus. Di situs web lembaga, pimpinan laboratorium Wuhan mengakui risiko pekerjaan mereka sangat tinggi terpapar virus.

“Karena objek penelitian laboratorium adalah mikro organisme yang sangat patogen, begitu tabung reaksi untuk menyimpan virus dibuka di laboratorium, itu seperti membuka kotak Pandora. Virus ini datang dan pergi tanpa jejak. Ada berbagai langkah perlindungan, tetapi personel eksperimental masih perlu beroperasi dengan hati-hati untuk menghindari bahaya karena kesalahan operasional,” aku mereka.

Sumber senior keamanan Inggris mengatakan Sabtu (02/05/2020) kemarin, PM Inggris Boris Johnson melakukan rapat rahasia untuk membahas kemungkinan Covid-19 bermula dari kebocoran laboratorium WIV di Wuhan.

Lihat Juga: Pria Indonesia ini Ramalkan ‘COVID-19’ Sejak 2016

“Inggris bersama AS dan negara terdampak lain, akan mencari asal muasal virus ini. Kita minta China mengizinkan akses untuk itu. Bisa saja ini muncul secara alamiah, namun  kebocoran laboratorium WIV tidak dapat dikesampingkan,” katanya.

Laboratorium WIV di Wuhan melakukan percobaan Corona virus pada kelelawar yang ditangkap lebih dari 1.000 mil jauhnya di Yunnan, yang didanai oleh hibah £3 juta dari pemerintah AS. Trump membatalkan pendanaan hibah segera setelah terungkap bahwa penelitian di laboratorium tak cukup aman.

Beijing sendiri mengklaim hubungan antara lembaga virologi di WIV dan fakta Covid berjangkit di pusat Kota Wuhan sebagai awal pandemi adalah sebuah kebetulan. “Kebocoran laboratorium di WIV itu sebuah konspirasi yang tidak berdasar,” kata pejabat Departemen Kesehatan China.(red/Express/*)