Kutub Magnet Terbalik, Bumi Huru-Hara!

BUMOE 05 Feb 2018
Kutub Magnet Terbalik, Bumi Huru-Hara!
Perisai magnet bumi, yang melindungi dari sinar gamma matahari. (Dok: Reference.com)

Mirip tsunami Aceh, tak ada yang menyadari, sampai itu terjadi. Begitulah pembalikan kutub bumi, yang menurut para ilmuwan akan segera terjadi pada bumi kita. Medan magnet—yang tak terlihat—yang selama ini melindungi kita dari sinar jahat matahari, akan segera melemah!

Pancaran radiasi matahari akan menghancurkan satelit komunikasi  di atsmosfier, pasokan listrik seluruh dunia akan terganggu, serta berbagai penyakit akibat radiasi akan muncul.

“Milyaran makhluk di bumi akan mati, karena kemampuan migrasi kita menjadi terbatas akibat runtuhnya pasokan energy, termasuk energy transportasi,” kata  Daniel Baker, direktur Laboratorium Fisika Atmosfer dan Antariksa di Universitas Colorado, AS.

Peralatan pemantau berteknologi tinggi menunjukkan, banyak tanda kutub magnet bumi akan membalik. “Terjadi perubahan turbulensi di inti besi di jantung planet kita, jauh di bawah bumi,” katanya. Para ilmuwan memprediksi, medan magnetic bumi akan turun 10 persen, dan terus turun hingga ber-abad-abad ke depan. “Mungkin butuh 1000 tahun, kedengaran lama untuk waktu ukuran bumi, namun hanya sekejap dalam ukuran waktu semesta,” tambah Baker.

Baca Juga: Kutub Magnet Bumi Sedang Berpindah

Di bawah kerak bumi yang padat, terdapat lapisan magma panas inti planet kita, yang berturbulensi membentuk kutub magnet bumi hingga ke atsmosfier. Itulah yang membentuk pertahanan bumi dari “serangan” radiasi matahari, serta komet dan asteroid akan hancur  bila melintasi atsmosfier bumi. Intinya, planet ini terlindungi dari benda dan cahaya kosmik, sehingga mampu menopang kehidupan makhluk di bumi. Tanpa medan magnet, bumi hanya seonggok batu yang gampang hancur, serta tak bisa didiami unsur bio.

Arus magma di bawah kulit bumi kita sungguh tidak stabil. Sebagian keluar melalui lubang pegunungan berapi, di darat maupun di lautan. Kini saat perubahan fluktuasi di inti bumi, aktivitas gunung berapi pun meningkat, khususnya di ring of fire (zona cincin api).

Data yang dikumpulkan European Space Agency (ESA), memang menunjukkan perisai magnet bumi kita melemah 10 kali lebih cepat dari sebelumnya. Medan magnet sangat melemah di Amerika Selatan, wilayah yang oleh para ilmuwan disebut anomali Atlantik Selatan. Satelit yang terbang di atas area ini, membuat lonjakan arus lemah yang diakibatkan meningkatnya radiasi matahari pada mereka.

Solar storm akan menghanguskan bumi tanpa perisai magnet.

Solar storm akan menghanguskan bumi tanpa perisai magnet. (Dok: High-tech Monitoring Equipmen)

ESA menyebut ada “aktivitas gelisah” di inti bumi, yang menunjukkan kutub magnet bumi akan segera mulai bergerak berpindah, Utara ke Selatan dan Selatan ke Utara. “Dan jika pembalikan itu benar sedang terjadi, setengah dari bumi kita dalam waktu dekat tak dapat dihuni makhluk hidup lagi,” ujar Daniel Baker. Menakutkan memang!

Secara historis, kutub magnet bumi utara dan selatan telah membalik setiap 200.000 atau 300.000 tahun sekali. Anehnya, hingga 780 ribu tahun sampai saat ini, belum terjadi pembalikan kutub bumi. “Jadi kemungkinan sangat besar hal itu akan terjadi, saat ini,” kata Baker.

Dulu, taka da catatan kemusnahan manusia, akibat minimnya catatan sejarah atau temuan fosil. Namun beda dulu, beda sekarang. Manusia sekarang kehidupannya sangat tergantung pada pasokan energy arus kuat (listrik) hingga arus lemah (komunikasi). “Ini yang membuat pembalikan kutub pasti akan berpengaruh pada 7,6 milyar manusia di bumi saat ini. Milyaran tak akan mampu bertahan hidup,” jelasnya.

Di luar komunitas ilmiah (masyarakat awam), cenderung meremehkan, karena memang tak banyak yang tahu atau mau tahu. Mirip kasus gempa dan  tsunami Aceh 2004, yang menelan korban ratusan ribu jiwa. Bila banyak yang sadar, mungkin jumlah korban waktu itu bisa diminimalisir. Namun bagaimana dengan pembalikan kutub magnet? Ke mana manusia harus lari (migrasi)? Mungkin migrasi ke lokasi yang medan magnetnya tidak turun begitu tajam. Tapi, saat itu hanya ilmuwan yang tahu, dan orang kaya yang akan mampu membeli informasi cepat, dan migrasi tempat tinggal secara cepat dan tepat. Problemnya, milyaran manusia biasa akan ‘hangus’ dalam terpaan radiasi matahari.

Radiasi sinar matahari berenergi tinggi, menembus ruang  hampir pada kecepatan cahaya, memicu badai geomagnetik yang parah di atmosfer kita. Terpaan awal akan meruntuhkan sistim dan kinerja satelit satelit, dan kemudian menghantam tumbuhan dan kulit manusia.

Badai matahari yang sangat tinggi, juga bisa melemahkan perisai magnet bumi. Seperti superstorm tahun 2015 lalu, yang merusak beberapa satelit bumi. “Namun itu temporer, setahun kemudian perisai itu membesar dan menguat kembali,” kata para ilmuwan. Namun tidak dengan pembalikan kutub, “Akan terus melemah secara konstan. Dan baru normal setelah spin lengkap bumi ber abad abad, bahkan bisa 1000 tahun kemudian,” katanya.

Hal serupa pernah diingatkan Alanna Mitchell, penulis sebuah buku baru The Spinning Magnet: “Gaya Elektromagnetik yang menciptakan dunia modern dan bisa menghancurkannya”. Dunia modern, karena energi arus kuat dan lemah, dan itu akan hancur bila kutub magnet bumi membalik!

Bumi kita biru terlindungi perisai magnetnya.

Bumi kita biru terlindungi perisai magnetnya. (Dok: Google Image)

Richard Holmes, profesor ilmu bumi, lautan dan ekologi di Universitas Liverpool, menyatakan hal serupa, “Bayangkan bila pasokan tenaga listrik akan padam selama beberapa bulan, hingga tahunan, apalagi di dunia ke tiga. Bagaimana pola kerja kita di bumi yang modern ini? Sektor jasa adalah pekerjaan pertama yang akan habis, dan itulah dunia modern kita saat ini,” katanya.

Di tingkat lebih jauh,  orang orang akan berusaha selamat akan terjadi huru hara social, karena orang orang mencari makanan, kehangatan hingga air di reruntuhan peradaban.

Paparan radiasi kosmik yang meningkat, lebih 100. 000 orang akan meninggal setiap tahun, utamanya akibat kanker kulit. Kelahiran bayi cacat dan pembekuan permukaan bumi mirip zaman es.

Namun ada kabar baik dari NASA, yang  mengatakan saat ini  perisai magnetik bumi mungkin melemah, namun peningkatan radiasi tidak sampai berdampak mematikan bagi manusia. “Walau medan magnet melemah, balutan atmosfer tebal Bumi juga menawarkan perlindungan terhadap partikel sinar gamma matahari,” kata Profesor Holmes memberi semangat. Bersiap saja, andai itu—pembalikan kutub—benar benar terjadi. (yan/dailymail)

Komentar


Artikel Terkait


Tulisan Lainnya