Kutub Magnet Bumi Terus Bergerak ke Barat!

Medan Magnet bumi menahan terjangan sinar gamma matahari, agar kehidupan di bumi selamat.
Medan Magnet bumi menahan terjangan sinar gamma matahari, agar kehidupan di bumi selamat. (Dok: Science fict)

Selama 400 tahun lebih, ilmuwan telah mengukur medan magnet Bumi, dan diketahui kutubnya terus berpindah perlahan ke arah Barat. Kini, ada hipotesis baru menunjukkan bahwa gelombang aneh di inti luar Bumi dapat menyebabkan pergeseran ini. Gelombang lambat, yang disebut gelombang Rossby, muncul dari getaran jagad raya, yang hingga kini belum diketahui pasti asalnya oleh para ilmuwan.

Baca: Ilmuwan: Gurita ber-DNA Aliens!

Para ilmuwan juga menyebut gelombang ini sebagai “gelombang planet,” dan gelombang ini juga bergerak di sekitar matahari, dan seluruh planet di tata surya kita. Gelombang Rossby bertemu dengan gelombang elegtromagnetik bumi, akibat putaran lava dan cairan kulit bumi yang berpendar bersama planet kita dalam rotasi teratur.

Kutub Magnet bumi. (Dok: Google)
Kutub Magnet bumi. (Dok: Google)

“Kedua gelombang elegtromagnetik ini bergerak ke arah barat, gelombang Rossby sedikit memutar, ke dalam (bumi) dan ke luar,” kata OP Bardsley, mahasiswa doktoral di University of Cambridge, Inggris. Bardsley adalah penemu hipotesis gelombang Rossby, namun selama ini disebut bergerak ke arah timur.

Seperti diketahui, rotasi di inti Bumi memunculkan medan geomagnetik, yang pada gilirannya, akan melindungi planet ini dari radiasi matahari. Tanpa medan magnet, bumi sudah lama hangus!

Selama empat abad terakhir, para ilmuwan melakukan pengukuran deklinasi magnetik – perbedaan antara utara dan titik di mana jarum kompas menunjuk. Dalam pengukuran, ditemukan anomaly yang menunjukkan kecenderungan medan magnet bumi justru bergerak ke arah barat. Bardsley menyebut temuan ini dalam laporan jurnal astronominya. Jurnal berjudul “Proceedings of the Royal Society A” terbit 15 Mei 2018 lalu.

“Mereka (medan magnet) bergeser ke barat mendekat ke khatulistiwa dengan kecepatan  10,5 mil (17 kilometer) per tahun,” ungkapnya. Menurut Badsley, memang paling tidak dibutuhkan waktu 10 ribu tahun bumi lagi, gerakan ini akanmenimbulkan dampak bagi makhluk bumi. “Sekarang tak terlalu masalah, tapi 10.000 tahun, medanmagnet bumi akan berada pada titik sangat lemah, lalu sinar gamma matahari akan menyulitkan makhluk hidup di bumi bertahan, atau paling tidak ber-adaptasi, dengan kekuatan memmatikan dari sinar matahari kita itu,” katanya. Kecuali, medan magnet tiba-tiba bergerak lebih cepat, maka waktu itu akan datang lebih cepat. (yan/Popular Mechanic)