Kutub Magnet Bumi Sedang Berpindah

BUMOE 02 Feb 2018
Kutub Magnet Bumi Sedang Berpindah
Kutub Bumi sedang berpindah. (Google image)

Suatu hari Di tahun 1905, Bernard Brunhes, ahli geofisika Perancis, membawa temuan beberapa bebatuan yang baru saja dipotong, dekat desa Pont Farin. Lalu ia menganalisis sifat magnetik mereka, dan  tercengang dengan hasilnya: Batuan itu menunjukkan, jutaan tahun lalu, kutub magnet bumi berada di sisi yang berlawanan. Utara adalah selatan dan selatan adalah utara!

Kapan itu terjadi. Baru-baru ini saja, para ilmuwan memang menemukan bukti,  bahwa kutub telah berubah ratusan kali, setidaknya setiap 700-800 ribu tahun sekali. Ketika kutub bumi berubah, apa yang terjadi?

Medan magnet Bumi melindungi planet kita dari sinar gamma matahari dan sinar kosmik yang berbahaya, seperti perisai raksasa.  Perisai itu melemah, saat sedang menuju pembalikan (kutub). Radiasi buruk, tentu akan berpengaruh pada semua mahkluk hidup di planet ini.

Garis biru menunjukkan medan magnet yang lebih lemah, garis merah lebih kuat, dan garis hijau batas antara keduanya, pada interval 10 tahun dari tahun 1910 sampai 2020. Melemah di atas Amerika Selatan, dan warna merah daerah di Amerika Utara kehilangan kekuatan.

Garis biru menunjukkan medan magnet yang lebih lemah, garis merah lebih kuat, dan garis hijau batas antara keduanya, pada interval 10 tahun dari tahun 1910 sampai 2020. Melemah di atas Amerika Selatan, dan warna merah daerah di Amerika Utara kehilangan kekuatan. (Visual oleh NOAA National Centers for Environmental Information)

Daniel Baker, Direktur Laboratorium Fisika Atmosfer dan Antariksa di Universitas Colorado, khawatir Bumi tak bisa dihuni selama pembalikan kutub. Hal serupa disebut oleh  Boulder, pakar astronomi dunia.

Sinar gamma, sinar kosmik galaksi, dan sinar ultraviolet B akan mematikan kita. Lapisan ozon juga musnah akibat kerasnya radiasi menghantam atsmosfier bumi. Para ilmuwan memang tidak pernah mengaitkan hubungan antara pembalikan kutub sebelumnya dengan bencana kepunahan massal seperti era dinosaurus.

Saat ini, ada hampir 7,6 miliar orang di Bumi, dua kali lipat dari tahun 1970. Populasi yang cukup besar ini saja sudah cukup merusak struktur kimia atsmosfier bumi, dan sistim pendukung kehidupan di planet kita ini. Bumi tak lagi biru segar. Habitat alamiah pasti terancam kepunahan.

Apalagi era ini, era cyber yang telah merubah semua sisi kemanusiaan makhluk manusia di bumi. Ketergantungan pada dunia cyber, yang mengandalkan arus lemah dan jaringan listrik (arus kuat) ini dipastikan akan lumpuh saat pergantian kutub.

Animasi gerakan kutub elektromagnetik bumi bagian utara.

Animasi gerakan kutub elektromagnetik bumi bagian utara. (Dok: Visual oleh NOAA National Centers for Environmental Information)

Power Grid! TTidak ada lampu, tidak ada komputer, ponsel, semua sistim digital ambruk, bahkan air untuk menyiram toilet serta pompa pengisi BBM tidak akan berfungsi!  Semua satelit di orbit akan mati! Sanggupkah Anda hidup dalam kondisi seperti itu? Belum lagi dampak sinar gamma dan kosmik yang menggerus kulit.

Para ilmuwan sedang berfikir kemungkinan survival satelit komunikasi, dengan memprediksi secara tepat di mana kekuatan paling merusak dari sinar gamma. Operator sementara bisa mematikan satelit atau memutuskan bagian dari power grid dari bumi. Mirip mematikan lampu sebelum tegangan tiba tiba muncul sangat tinggi. Bagi negeri pembeli satelit, hal ini akan sangat sulit dan mahal untuk dilakukan.
(Alanna Mitchell/Kutub elektromagnetik bumi : menuju modern atau menghancurkan?/Bumoe.id)

Komentar


Artikel Terkait


Tulisan Lainnya