Krakatau Level Siaga, Memasuki Fase Mematikan?

Gng Anak Krakatau masih terus erupsi. foto dok : NASA/EPA

Jakarta – Ahli vulkanologi California, AS, Jess Phoenix menilai gunung anak Krakatau kini memasuki fase baru yang mematikan. Dari pola yang ada, ia mengingatkan terulangnya kembali letusan dahsyat tahun 1883 lalu.

Jess menilainya dari foto aktivitas Anak Krakatau sejak Juli hingga September 2018 lalu, dan puncaknya foto menakjubkan yang diambil pada 23 Desember 2018, yang menunjukkan perbedaan mencolok antara kondisi Anak Krakatau sekarang dan beberapa bulan yang lalu.

Puncak gunung ditutupi oleh erupsi yang sangat besar, dengan interaksi antara magma yang sangat panas, gas, dan air, yang menyebabkan ledakan-ledakan yang mengubah air menjadi uap. Karena Anak Krakatau dikelilingi lautan, terdapat interaksi besar antara air dan material panas gunung api, yang memproduksi banyaknya uap dan erupsi yang terlihat kacau.

Indonesia terpanjang dilintasi ring of Fire, dengan negara yang jumlah gunung berapi terbanyak di dunia. dok ; Express

Erupsi ini pula yang menyebabkan longsor kaki gunung di bawah laut, yang memicu tsunami Selat Sunda, 22 Desember 2018. “Inilah fase baru yang mematikan,” ujar Jess.

Akibat aktivitas yang semakin meningkat, Pusat Vulkanologi & Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG),  menaikkan status Gunung Anak Krakatau dari waspada (level II) menjadi siaga (level III), yang berlaku mulai 27 Desember 2018, pukul 06.00 WIB.

PVMBG merekomendasikan masyarakat dan wisatawan tak melakukan aktivitas di dalam radius 5 kilometer dari puncak kawah, karena berbahaya terkena dampak erupsi berupa lontaran batu pijar, awan panas dan abu vulkanik pekat.

Namun PVMBG membantah pendapat ahli vulkanologi AS ini. “Terlalu dramatis judulnya mematikan. Tidak seperti itulah. Ya kalau naik ke puncaknya saat erupsi ya mematikan,” sindir Sekretaris Badan Geologi Kementerian ESDM Antonius Ratdomopurbo, dalam konferensi pers di Kementerian ESDM, Jl Medan Merdeka Barat, Kamis (27/12/2018). Jadi, kita lihat saja. Yang jelas, Indonesia dilintasi ring of Fire, dengan gunung api terbanyak di dunia. Dan saat ini, aktivitas ring of fire semakin meningkat, dengan banyaknya erupsi di gunung berapi di seluruh dunia, bukanhanya di Indonesia. (yan/bbc/dtc/*)

Video Erupsi Gunung Anak Krakatau, 23 Desember 2018. Souce : S Ekpress