Kegemukan, Mufti ISIS Ditangkap!

Mufti ISIS obesitas.
Mufti ISIS obesitas.

Mosul – Pasukan antiteror Irak, Jumat (17/1/2020) kemarin menangkap tokoh nomor dua ISIS, yang dijuluki “Jabba the Jihadi“. Saat dibawa, ia terpaksa dinaikkan ke truk, karena tidak muat dalam mobil polisi.

Mufti Abdul bari, petinggi ISIS yang ditangkap di Mosul,Irak. (Foto: twitter/Ali Baarodi)
Mufti Abdul bari, petinggi ISIS yang ditangkap di Mosul,Irak. (Foto: twitter/Ali Baarodi)

Nama aslinya Abu Abdul Bari, seorang mufti yang juga dikenal sebagai Shifa al-Nima, ditangkap tim elit SWAT dari resimen Nineveh di kota Mosul. Saat ditangkap, ia dalam keadaan sulit bergerak karena kegemukan, dengan berat badan mencapai 254 kilogram!

Jabba the Jihadi dikenal karena “pidato provokatif” yang mengajak warga melawan pemerintah dan aparat keamanan Irak. “Ia orang ke dua dalam jajaran petinggi ISIS,” kata seorang pejabat keamanan Irak.

Mufti ini pernah mengeluarkan fatwa kafir bagi ulama yang menolak bersumpah setia pada ISIS, saat ISIS masih menguasai kota Mosul. Banyak ulama dan warga yang dipenggal karena tidak mendukung ISIS, waktu itu.

Abu Abdul bari alias Jabba the Jihadi, saat ISIS jaya tahun 2014 lalu. (Dok: Twitter SecMedcell)
Abu Abdul bari alias Jabba the Jihadi, saat ISIS jaya tahun 2014 lalu. (Dok: Twitter SecMedcell)

Selama masa kejayaan ISIS tahun 2014, sang mufti juga pernah memerintahkan penghancuran sebuah masjid, karena masjid katanya dibangun di atas makam Nabi Yunus.

“Dia sangat kelebihan berat badan, mungkin kebanyakan duduk di tempat persembunyiannya,” kata Maajid Nawaz, presenter tenar di London, muslim yang kerap mengkampanyekan Islam damai di Inggris.

“ISIS menggunakan pembenaran agama untuk memperbudak, memperkosa, menyiksa, membersihkan etnis & membantai warga Irak, Suriah. Jabba the Jihadi merupakan makhluk buas yang kini tidak bisa berdiri dengan kedua kakinya sendiri,” tulis Maajid di lama Facebooknya.

Lihat Juga:

Macer Gifford, warga Inggris yang menjadi relawan dan bertempur bersama milisi Kurdi yang didukung AS di Suriah, memuji penangkapan dan membandingkan Jabba dengan raja mafia. “Kami sulit me njangkau dia. Syukurlah Pemerintah Irak berhasil menangkap mereka di Mosul,” tulisnya.

Beberapa wanita Hyazidi yang pernah menjadi budak dan diperkosa di Suriah dan Irak oleh ISIS, berharap Jabba dihukum mati di tiang gantungan. Namun Jabba tampaknya hanya akan dijerat pasal aksi kebencian dan terrorism, dengan hukuman penjara maksimal.(yan/news.com.au/***)