Kedubes AS Di Baghdad Diserang, AS dan Inggris Siapkan Perang!

Armada perang AS bersiap ke Selat Hormuz. (Foto: GettyImages)
Armada perang AS bersiap ke Selat Hormuz. (Foto: GettyImages)

Baghdad – Sedikitnya lima roket menyerbu Pangkalan Udara AS di Timur Baghdad, serta kedubes AS di tengah Kota Baghdad, Sabtu (4/1/2020) malam. Militan Hezbollah Pro Iran disebut sebagai pelakunya. Tentara Irak mulai disebar untuk mengamankan kota Baghdad.

Serangan itu diduga sebagai balas dendam pertama atas pembunuhan Jenderal Qassem Soleimani, Komandan pasukan Quds Iran, dalam sebuah serangan drone yang brutal oleh AS, di Bandara Baghdad, Jumat (3/1/2020).

Bendera AS dan Inggris dibakar di Teheran. (Foto: AP/DM)
Bendera AS dan Inggris dibakar di Teheran. (Foto: AP/DM)

Serangan roket di Baghdad Sabtu malam itu disebut berada dalam zona hijau. “Kami akan menjaga  keselamatan pasukan kami, itu yang utama. Kami akan terus berwaspada,” kata jubir Tentara AS di kawasan Teluk, Kolonel Myles Caggins III.

Polisi Irak mengatakan, lima orang cedera dalam serangan itu, namun tidak ada korban meninggal.

Menyusul serangan itu, AS mengirim ratusan pasukan paratrooper ke Iraq, via Saudi dan Israel, untuk mempersiapkan  kemungkinan meningkatnya eskalasi kekerasan di Irak.

Berita Terkait: Terungkap, Tahun 2018 Jenderal Qassem Pernah sebut Trump: Presiden Idiot!

Paramiliter Iran menyatakan siap berperang dnegan AS dan sekutunya. (Foto: GettyImages/DM)
Paramiliter Iran menyatakan siap berperang dnegan AS dan sekutunya. (Foto: GettyImages/DM)

Sementara Inggris mengirim armada perangnya ke kawasan Teluk, Minggu pagi. Satu regu pasukan khusus SAS juga telah dikirim ke Teluk untuk mengevakuasi aparat dan warga Inggris yang bertugas di sana.

Inggris bahkan mengirim kapal selam bertenaga nuklir, yang dipersenjatai rudal jelajah Tomahawk ke Teluk Iran. Tomahawk berukuran sekitar 8 meter itu mampu terbang pada kecepatan suara sejauh 3000 km lebih, yang dijangka mampu menerobos Teheran untuk menghancurkan sasaran di sana.

Pasukan paratroopers divisi 82 AS bersiap ke kawasan Teluk dari pangkalan pangkalan Fort Brag, AS, Minggu pagi (5/1/2020). (Foto: Reuters/DM)
Pasukan paratroopers divisi 82 AS bersiap ke kawasan Teluk dari pangkalan pangkalan Fort Brag, AS, Minggu pagi (5/1/2020). (Foto: Reuters/DM)

Kesiapan menyerang Iran juga diungkapkan presiden AS Donald Trumph, “Bila Iran menyerang kami, maka 52 target di Iran telah kami kunci, mereka tak akan menang,” sesumbar Trumph, menjawan sikap Iran yang bersumpah membalas dendam kematian Jenderal Qassem dengan menyerang 35 sasaran militer AS di Timur Tengah.

Bersama Inggris, AS juga telah mengerahkan jet tempur yang berpangkalan di Cyprus dan Saudi, untuk bersiap perang dengan Iran. Kedua Negara juga sejak Minggu pagi telah menerbangkan Drone tempur, untuk mengantisipasi serangan roket terbaru dari Iran maupun Suriah. Akankah perang dunia ke tiga (WW3) akan bermula? Kita tunggu saja.(yan/Dailymail/*)